Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Mainan Jadi Ancaman: Bocah 11 Tahun di Makassar Terluka, Senjata Viral Harus Diawasi Ketat!

Senin, 02 Maret 2026 | Maret 02, 2026 WIB Last Updated 2026-03-02T12:23:42Z
Korban Tembak Tembak Mainan 



CELEBES POST | MAKASSAR — Sebuah peringatan keras datang dari warga Kecamatan Manggala. Seorang bocah berusia 11 tahun menjadi korban peluru dari senjata mainan jenis Senjata Otomatis yang viral di kalangan anak-anak. Insiden ini memantik kekhawatiran serius soal maraknya peredaran senjata mainan berdaya rusak tinggi di lingkungan permukiman.


Anak 11 Tahun Terluka di Pipi, Orang Tua Diarahkan Lapor ke Polrestabes Makassar


Korban diketahui berinisial Arjun (11), siswa kelas 5 SD Borong, yang berdomisili di Komplek Kodam Lorong 4, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.


Peristiwa terjadi pada Minggu (2/3) sekitar pukul 14.00 WITA. Arjun terkena peluru dari senjata mainan jenis Omega di bagian pipi sebelah kanan. Meski disebut “mainan”, proyektil yang ditembakkan cukup keras hingga menyebabkan luka dan trauma pada korban.


Pihak keluarga menyebut orang tua korban telah diarahkan untuk melapor ke Polrestabes Makassar mengingat korban masih di bawah umur dan demi mencegah kejadian serupa terulang.


Senjata Mainan atau Ancaman Nyata?


Informasi yang dihimpun CELEBES POST menyebutkan bahwa senjata mainan tersebut menggunakan peluru berbahan keras dan Kenyal yang bisa melukai bagian tubuh sensitif seperti wajah dan mata. Bahkan, warga menyebut ada anak-anak yang memodifikasi atau mengganti peluru dengan bahan lebih berbahaya.


“Kalau siang dia pakai peluru agel, kalau malam pakai bahan lebih berbahaya,” ungkap salah satu warga dalam pesan yang beredar luas.


Fenomena ini menjadi alarm bahaya. Senjata mainan yang seharusnya aman untuk hiburan justru berubah menjadi alat yang berpotensi melukai bahkan mengancam keselamatan jiwa.


Edukasi Kolektif: Jangan Anggap Enteng


Keluarga korban dan warga sekitar mengajak masyarakat untuk tidak menganggap remeh peredaran senjata mainan jenis ini. Mereka mendorong edukasi bersama agar anak-anak tidak menjadi korban maupun pelaku.


“Kiranya kita bersama-sama untuk mengedukasi dan menjaga anak-anak kita agar tidak menjadi korban atau pelaku,” imbau keluarga korban.


Imbauan ini relevan. Banyak orang tua yang belum memahami bahwa beberapa senjata mainan modern memiliki daya dorong tinggi dan dapat menyebabkan cedera serius, terutama bila diarahkan ke wajah atau mata.


Desakan Pengawasan Toko Penjual


Tak hanya orang tua dan anak-anak, perhatian juga diarahkan kepada pemilik toko yang menjual senjata mainan tersebut. Warga meminta agar aparat dan instansi terkait melakukan edukasi sekaligus pengawasan langsung terhadap toko-toko yang menjual produk berpotensi membahayakan anak.


Perlu ditegaskan, penjualan barang yang berpotensi membahayakan anak tanpa pengawasan dapat menimbulkan konsekuensi hukum apabila terbukti lalai atau melanggar aturan perlindungan anak.


Tajuk: Jangan Tunggu Korban Berikutnya


Kasus ini bukan sekadar insiden anak bermain. Ini adalah sinyal bahwa pengawasan terhadap produk “mainan” yang berisiko tinggi masih lemah. Orang tua, sekolah, aparat, hingga pemilik toko memiliki tanggung jawab moral dan sosial.


Jangan tunggu korban berikutnya. Jangan sampai viral baru bergerak.


CELEBES POST mengajak seluruh elemen masyarakat di Makassar untuk lebih waspada, memperketat pengawasan, dan berani menegur bila melihat potensi bahaya.


Anak-anak harus tumbuh dalam ruang yang aman — bukan di tengah permainan yang berubah menjadi ancaman.


RIDWAN_ CELEBES POST 

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update