Notification

×

Iklan

Iklan

Kader Loyal Kembali, LHI Tegaskan Perlawanan Tak Pernah Padam di Kasus Pasar Lamataesso

Rabu, 04 Februari 2026 | Februari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-02-04T05:45:39Z
Advokasi Hak Asasi Manusia Indonesia (LAK HAM INDONESIA/LHI) 


CELEBES POST | MAKASSAR — Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Kajian dan Advokasi Hak Asasi Manusia Indonesia (LAK HAM INDONESIA/LHI) kembali menegaskan bahwa napas perjuangan organisasi tidak pernah bergantung pada figur sesaat. Bagi LHI, kekuatan sejati gerakan terletak pada nilai, integritas, dan loyalitas kader terhadap prinsip perjuangan yang telah digariskan sejak awal berdiri.


Penegasan itu disampaikan langsung Ketua Umum DPP LHI, Arham MSi La Palellung, menyusul kembalinya salah satu kader lama yang dikenal luas memiliki rekam jejak advokasi kuat, Jumardin, atau akrab disapa Jon.


Pada Rabu, 4 Februari 2026, La Palellung mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi langsung via sambungan telepon dengan Jon. Dalam percakapan tersebut, Jon menyatakan kesiapan penuh untuk kembali aktif dan mengambil peran strategis di tubuh LHI.


“Saudara Jumardin atau Jon adalah kader lama LHI yang kami kenal loyal, konsisten, dan disegani dalam kerja-kerja advokasi. Tiga tahun lalu beliau meminta izin untuk beristirahat, dan organisasi menghormati itu sebagai bagian dari dinamika perjuangan,” ujar La Palellung kepada CELEBES POST.

 

Advokasi Hak Asasi Manusia Indonesia (LAK HAM INDONESIA/LHI) 

Advokasi Hak Asasi Manusia Indonesia (LAK HAM INDONESIA/LHI) 

Advokasi Hak Asasi Manusia Indonesia (LAK HAM INDONESIA/LHI) 

 

Menurutnya, keputusan Jon untuk kembali bukanlah langkah emosional, melainkan hasil refleksi panjang dan kesadaran moral sebagai pegiat masyarakat sipil. LHI, kata dia, memaknai kembalinya Jon sebagai sinyal kuat bahwa nilai perjuangan masih hidup dan terus memanggil kader-kadernya.

 

“Yang bersangkutan menyatakan kesiapan untuk kembali mengambil peran dan langkah-langkah nyata dalam menjaga marwah LHI sebagai organisasi yang tegas, lurus, dan independen. Ini adalah panggilan nurani,” tegas La Palellung.

 

Ia menambahkan, sejak awal LHI tidak pernah dibangun di atas kepentingan pragmatis atau momentum sesaat. Organisasi ini, kata dia, lahir dari keyakinan bahwa perjuangan HAM dan pemberantasan korupsi adalah kerja jangka panjang yang menuntut konsistensi.


“Di LHI, yang kami jaga bukan sekadar struktur, tapi nilai. Loyalitas terhadap prinsip jauh lebih penting daripada loyalitas terhadap figur. Kader yang datang, pergi, lalu kembali dengan kesadaran perjuangan—itulah wajah sejati gerakan masyarakat sipil,” jelasnya.

 

Kasus Pasar Lamataesso: Simbol Ujian Konsistensi


Lebih jauh, La Palellung menegaskan bahwa kembalinya Jumardin tidak bisa dipisahkan dari penguatan sikap LHI dalam mengawal kasus-kasus strategis, khususnya dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pembangunan Pasar Modern Lamataesso, Kabupaten Soppeng.


Menurutnya, Lamataesso bukan sekadar satu kasus, melainkan simbol ujian konsistensi pengawasan publik dan penegakan hukum di daerah.


“Kasus Lamataesso adalah ujian. Sekalipun ada dinamika, pengembalian uang, atau perbedaan tafsir hukum, LHI berpandangan perjuangan melawan korupsi tidak boleh berhenti tanpa kepastian hukum yang terang dan terbuka,” tegas La Palellung.

 

Ia menekankan bahwa pengembalian kerugian negara tidak serta-merta menghapus kewajiban aparat penegak hukum untuk memberikan kejelasan hukum kepada publik.


“Harus ada ekspose resmi dan transparan agar tidak terjadi multitafsir di tengah masyarakat. Negara wajib hadir memberi kepastian,” tambahnya.

 

Jon Siap Ambil Alih Atensi Kasus Strategis


Sementara itu, kepada tim media, Jumardin (Jon) menyampaikan komitmennya untuk kembali aktif dan terlibat langsung dalam penanganan kasus-kasus yang menjadi atensi LHI selama ini. Sebagai putra daerah Latemmala, Jon mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga marwah pengawasan publik di Kabupaten Soppeng.


“Dalam waktu dekat saya akan mempelajari kembali laporan dan temuan LHI, khususnya yang berkaitan dengan wilayah Soppeng,” ujarnya.

 

Jon menegaskan bahwa Proyek Pasar Lamataesso akan menjadi salah satu fokus utama perhatiannya. Selain itu, ia juga menyebut sejumlah isu lain yang tak kalah strategis.


“Pengadaan smartboard, pengadaan seragam sekolah, serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) Tahun Anggaran 2025 juga akan kami cermati secara serius,” ungkapnya.

 

Perlawanan Tak Pernah Padam


DPP LHI berharap kembalinya kader-kader loyal dengan rekam jejak perjuangan yang jelas dapat menjadi energi baru bagi penguatan internal organisasi. LHI menegaskan akan terus berada di garis depan dalam kerja-kerja advokasi HAM dan pengawasan terhadap praktik korupsi.


Di tengah berbagai dinamika dan tekanan, satu pesan ditegaskan LHI: perlawanan terhadap ketidakadilan dan korupsi tidak pernah padam.


“Kami tidak berkompromi dengan kekuasaan maupun kepentingan sesaat. Selama masih ada ketidakadilan, LHI akan tetap berdiri dan melawan,” pungkas La Palellung.



MDS CELEBES POST 

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update