![]() |
| BPD Sulselbar Kantor Fungsional (KF) RSUD Haji |
CELEBES POST | Makassar, Sulawesi Selatan – Dugaan buruknya pelayanan pembukaan rekening di BPD Sulselbar Kantor Fungsional (KF) RSUD Haji kian memantik reaksi publik. Tidak hanya soal perubahan syarat yang dinilai tidak konsisten, sikap petugas layanan juga disebut-sebut tidak ramah hingga memicu ketegangan dengan nasabah.
Seorang warga, Icca, mengaku mengalami langsung pelayanan yang berbelit dan berubah-ubah tanpa kejelasan. Ia bahkan menyebut situasi sempat memanas akibat komunikasi yang tidak baik dari pihak petugas.
“Sudah bolak-balik kami lengkapi berkas sesuai permintaan. Tapi setiap datang selalu ada tambahan syarat baru. Bahkan hari Kamis sekitar pukul 11.00 WITA, kembali ditambahkan. Kami sampai bersitegang karena cara penyampaian petugas tidak baik,” ungkapnya.
![]() |
| BPD Sulselbar Kantor Fungsional (KF) RSUD Haji |
Dugaan Pelayanan Tanpa SOP, Nasabah Jadi Korban
Perubahan syarat yang terjadi berulang kali menimbulkan dugaan kuat bahwa pelayanan di unit tersebut tidak berlandaskan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat karena menciptakan ketidakpastian dan membuang waktu serta energi nasabah.
Alih-alih mendapatkan kemudahan, nasabah justru dihadapkan pada situasi yang tidak profesional, bahkan berujung konflik.
MAKI Sulsel: “Ini Cerminan Buruk Pelayanan Publik!”
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama Lembaga Masyarakat Anti Narkoba Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan angkat bicara dengan nada keras. Ia mengecam keras buruknya kualitas pelayanan yang dinilai jauh dari prinsip dasar pelayanan publik.
“Ini tidak bisa dibiarkan! Pelayanan seperti ini adalah cerminan buruk institusi BUMN yang seharusnya melayani masyarakat dengan profesional. Bagaimana mungkin syarat berubah-ubah tanpa kepastian? Ini bukan hanya kelalaian, tapi bentuk ketidakbecusan yang nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti sikap petugas yang dinilai tidak humanis hingga memicu ketegangan dengan nasabah.
“Kalau sampai terjadi adu argumen atau bersitegang dengan nasabah, itu menunjukkan ada yang salah dalam sistem pelayanan. Petugas harus dilatih untuk melayani, bukan memperkeruh keadaan. Ini bank daerah, bukan lembaga yang boleh seenaknya memperlakukan masyarakat,” tambahnya.
Desak Evaluasi Total dan Tindakan Tegas
MAKI Sulsel mendesak manajemen BPD Sulselbar untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan di lapangan. Ia menekankan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh terulang karena dapat merusak kepercayaan publik.
“Harus ada evaluasi total, mulai dari SOP, pengawasan internal, hingga kualitas SDM. Jika perlu, beri sanksi tegas kepada oknum yang tidak profesional. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan,” ujarnya.
CELEBES POST Menunggu Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPD Sulselbar KF RSUD Haji belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. CELEBES POST membuka ruang hak jawab demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pelayanan publik, khususnya sektor perbankan daerah. Ketika masyarakat datang dengan harapan dilayani, justru yang didapat adalah kerumitan dan ketegangan—sebuah ironi yang tidak seharusnya terjadi.
ADI KRUC CELEBES POST

