Notification

×

Iklan

Iklan

Isu Krisis Stok Energi Nasional, Presiden BEM UIN Makassar Soroti Dugaan Penggiringan Opini Negatif terhadap Menteri ESDM

Sabtu, 14 Maret 2026 | Maret 14, 2026 WIB Last Updated 2026-03-14T06:42:06Z
Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid


CELEBES POST | Makassar  – Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, menyoroti berkembangnya narasi di ruang publik yang menyebut Indonesia tengah menghadapi krisis stok energi nasional di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, isu tersebut perlu disikapi secara hati-hati dan kritis, karena berpotensi menjadi bagian dari upaya framing dan penggiringan opini negatif terhadap kinerja pemerintah, khususnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia. 


Zulhamdi menilai bahwa dinamika konflik global—terutama ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran—memang memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi dunia. Namun demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar secara masif di media sosial.


“Di tengah situasi geopolitik yang memanas, masyarakat harus lebih bijak dalam menyaring informasi terkait kondisi energi nasional. Kami melihat adanya indikasi framing negatif yang diarahkan kepada Menteri ESDM RI, Bapak Bahlil Lahadalia, seolah-olah pemerintah tidak mampu menjaga stabilitas energi nasional,” ujar Zulhamdi dalam keterangannya.


Ia menegaskan bahwa narasi yang dibangun tanpa basis data dan klarifikasi resmi justru dapat menimbulkan kepanikan publik serta memperkeruh situasi nasional. Menurutnya, stabilitas informasi merupakan bagian penting dari stabilitas negara, terutama dalam sektor strategis seperti energi.


Zulhamdi juga merujuk pada pernyataan Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya menegaskan bahwa stok energi nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah, kata dia, terus melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terpenuhi.


“Masyarakat tidak boleh terlalu cepat termakan oleh berita hoaks ataupun spekulasi yang tidak berdasar. Kita harus tetap tenang dan percaya pada mekanisme pengelolaan energi nasional yang sedang dijalankan pemerintah,” kata Zulhamdi, mengutip pernyataan Menteri ESDM.


Lebih lanjut, ia menilai bahwa upaya membangun opini negatif terhadap pejabat negara tanpa dasar yang jelas justru berpotensi mencederai upaya pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional, termasuk dalam mewujudkan program strategis dan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui agenda Asta Cita.


Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tentu merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun kritik tersebut harus disampaikan secara konstruktif, berbasis data, dan tidak didorong oleh kepentingan tertentu yang justru dapat memicu instabilitas di tengah masyarakat.


“Jika ada kritik, tentu itu hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun jangan sampai kritik berubah menjadi disinformasi yang justru merusak kepercayaan publik dan menciptakan kegaduhan nasional,” tegasnya.


Sebagai organisasi mahasiswa, BEM UIN Alauddin Makassar menyatakan komitmennya untuk terus mendorong literasi informasi di tengah masyarakat. Zulhamdi menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang publik tetap sehat dari hoaks, manipulasi informasi, maupun propaganda yang berpotensi memecah belah masyarakat.


“Kami mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan selektif dalam menerima informasi, khususnya terkait isu-isu strategis seperti energi nasional. Stabilitas negara tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kedewasaan masyarakat dalam menyikapi informasi,” jelasnya.


Di akhir pernyataannya, Zulhamdi mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga solidaritas nasional dan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam memastikan ketahanan energi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu.


“Ketahanan energi adalah bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, kita perlu bersatu, tetap rasional dalam menyikapi informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat mengganggu stabilitas negara,” tutup Zulhamdi.


ZH CELEBES POST 

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update