Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Presiden BEM UIN Alauddin Dukung Idrus Marham Ajak Alumni Jadi Epicentrum Syiar Islam di Kawasan Timur Indonesia

Jumat, 06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T15:22:32Z
Presiden Mahasiswa BEM UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid,


CELEBES POST| Makassar — Presiden Mahasiswa BEM UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, menyatakan dukungan terhadap ajakan Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) UIN Alauddin Makassar, Idrus Marham, yang mendorong para alumni untuk mengambil peran strategis sebagai epicentrum syiar Islam sekaligus kekuatan pengabdian sosial di kawasan timur Indonesia.


Menurut Zulhamdi, gagasan yang disampaikan oleh Idrus Marham merupakan langkah visioner untuk memperkuat kontribusi alumni dalam membangun peradaban Islam yang inklusif, moderat, dan berorientasi pada penguatan masyarakat. Ia menilai alumni UIN Alauddin memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan sosial, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur yang masih membutuhkan banyak penguatan di sektor pendidikan, ekonomi, dan keagamaan.


“Sebagai kampus Islam terbesar di kawasan timur Indonesia, UIN Alauddin Makassar memiliki tanggung jawab historis dan moral untuk terus melahirkan kader-kader intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ajakan Bapak Idrus Marham kepada alumni untuk mengambil peran strategis adalah langkah yang sangat tepat,” ujar Zulhamdi dalam keterangan tertulis.


Ia menegaskan bahwa peran alumni tidak boleh berhenti pada relasi simbolik semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, alumni dapat menjadi jembatan antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong berbagai program pemberdayaan sosial.


Zulhamdi juga menilai bahwa alumni UIN Alauddin memiliki jaringan yang luas di berbagai sektor, mulai dari birokrasi, politik, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan. Jaringan tersebut, jika disinergikan dengan baik, dapat menjadi kekuatan besar untuk memperkuat syiar Islam yang berorientasi pada kemaslahatan umat.


“Alumni adalah aset strategis kampus. Jika seluruh alumni bersatu dan bergerak bersama, maka mereka dapat menjadi epicentrum syiar Islam yang tidak hanya berbicara pada tataran wacana, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial di masyarakat,” jelasnya.


Lebih lanjut, Zulhamdi menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa, alumni, dan civitas akademika dalam membangun tradisi intelektual yang kuat. Menurutnya, kolaborasi lintas generasi tersebut akan memperkuat posisi UIN Alauddin sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah Islam, dan pengabdian kepada masyarakat.


Ia juga berharap ke depan peran IKA UIN Alauddin dapat semakin diperkuat melalui berbagai program strategis yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah timur Indonesia yang memiliki tantangan pembangunan yang cukup kompleks.


“Mahasiswa dan alumni harus berjalan beriringan. Kami di BEM tentu siap bersinergi dengan IKA UIN Alauddin untuk memperkuat peran kampus sebagai pusat pengembangan keilmuan, syiar Islam, dan pengabdian sosial bagi masyarakat,” tambahnya.


Di akhir pernyataannya, Zulhamdi menyampaikan optimisme bahwa di bawah kepemimpinan Idrus Marham, IKA UIN Alauddin akan semakin progresif dalam mengonsolidasikan kekuatan alumni. Ia berharap gerakan alumni tersebut dapat menjadi energi baru dalam memperkuat kontribusi umat Islam dalam pembangunan bangsa, khususnya di kawasan timur Indonesia.


“Dengan kepemimpinan Bapak Idrus Marham, kami yakin IKA UIN Alauddin mampu mengonsolidasikan potensi besar para alumni untuk menjadi kekuatan sosial yang produktif, sekaligus menjadi pusat syiar Islam yang membawa nilai-nilai keadaban dan kemajuan bagi masyarakat,” pungkasnya.


Zh_CELEBES POST 

×
Berita Terbaru Update