Notification

×

Iklan

Iklan

Waow, Warga Binaan Rutan Ambon Kembali Ciptakan Produk Berkualitas dan Bernilai Jual Tinggi

Senin, 16 Maret 2026 | Maret 16, 2026 WIB Last Updated 2026-03-16T07:53:00Z
Dokumentasi Kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | Ambon – Warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan kreativitas dan keterampilan mereka melalui program pembinaan kemandirian, menghasilkan berbagai produk berkualitas dengan nilai jual yang tinggi. 


Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu warga binaan dengan kegiatan positif, tetapi juga menumbuhkan kemandirian, kreativitas, dan keterampilan yang dapat digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat. 


Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy secara rutin memantau langsung kegiatan pembinaan. Kehadiran pimpinan di lokasi pelatihan memberikan motivasi tambahan bagi warga binaan untuk lebih serius dan kreatif dalam mengerjakan setiap produk.


Dokumentasi Kontributor Celebes Post 

Dokumentasi Kontributor Celebes Post 


Dimana, dengan bimbingan instruktur dan pengawasan langsung dari pimpinan, warga binaan mampu memanfaatkan bahan-bahan bekas menjadi produk yang bernilai tinggi.


“Melalui pembinaan ini, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga mendapatkan nilai edukatif mengenai manajemen bahan, desain, dan kreativitas,” kata Jefry Persulessy kepada wartawan,Senin (16/03/2026).


Salah satu fokus program kali ini, lanjutnya, adalah pembuatan kursi dan meja makan, serta pot bunga dari besi bekas. Proses pembuatan dimulai dari tahap perencanaan desain, pemotongan dan pembentukan besi, hingga finishing dan pengecatan agar produk tidak hanya kuat tetapi juga menarik secara estetika. Kreativitas warga binaan terlihat dari berbagai model kursi dan meja yang ergonomis dan modern, serta pot bunga yang unik dan ramah lingkungan karena terbuat dari bahan daur ulang.


“Produk yang dihasilkan, seperti kursi, meja, dan pot bunga, menunjukkan kemampuan mereka untuk menghasilkan barang berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi. Ini adalah bukti nyata kemandirian mereka,” ucapnya.


Selain itu, kata Persulessy, program pembinaan kemandirian ini juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Sebab, selain mengurangi waktu warga binaan untuk kegiatan yang tidak produktif, program ini melatih mereka untuk bekerja secara disiplin, mandiri, dan kreatif. 


"Produk-produk yang dihasilkan dapat dipasarkan, sehingga warga binaan juga belajar tentang nilai ekonomi, manajemen produk, dan tanggung jawab sosial," jelasnya.


Selain itu, katanya lagi, hasil karya warga binaan akan diperkenalkan kepada masyarakat melalui rangkaian kegiatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, termasuk pameran dan kegiatan IPPA Fest. 


"Kegiatan ini menjadi wadah untuk menampilkan keterampilan dan kreativitas warga binaan, sekaligus memperkenalkan program pembinaan Rutan Ambon kepada masyarakat luas. Produk-produk seperti kursi, meja, dan pot bunga dari besi bekas akan menjadi fokus utama dalam pameran, tentu akan menarik perhatian pengunjung karena kualitas dan nilai estetikanya," tuturnya.


Persulessy pun menekankan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian dari rehabilitasi yang bertujuan menyiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang berguna.


“Kami berharap program ini tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun karakter warga binaan. Dengan keterampilan yang mereka miliki, mereka akan lebih siap menghadapi kehidupan setelah masa pidana selesai, sekaligus mampu berkontribusi secara positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Jefry.


Jadi, tambahnya, dengan dukungan penuh dari pimpinan dan tim pembinaan, Rutan Ambon berkomitmen untuk terus mengembangkan program kemandirian. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis warga binaan, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, disiplin, dan rasa percaya diri. 


"Melalui hasil karya yang nyata seperti kursi, meja makan, dan pot bunga dari besi bekas, warga binaan membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat, mereka mampu menciptakan produk bernilai tinggi, bermanfaat bagi masyarakat, dan memperkuat citra positif institusi pemasyarakatan," pungkasnya. 


(OrC)----

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update