Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bentrok di Peringatan “Amarah”: Jalan Ditutup, Mahasiswa dan Ojol Saling Serang di Depan Kampus UMI

Senin, 27 April 2026 | April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T05:18:26Z
Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, dalam keterangannya saat doorstop di Lobby Polrestabes Makassar, 


CELEBES POST | Makassar, Sulsel — Aksi unjuk rasa memperingati tiga dekade tragedi April Makassar Berdarah yang digelar di depan Universitas Muslim Indonesia pada Jumat, 24 April 2026, berujung ricuh. Ketegangan antara massa mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol) tak terhindarkan hingga memicu bentrokan yang meresahkan warga sekitar.


Aksi yang awalnya berlangsung sebagai refleksi sejarah itu berubah memanas saat mahasiswa melakukan penutupan jalan dalam durasi cukup lama. Kondisi tersebut memicu kemarahan para pengemudi ojol yang merasa aktivitas mereka terganggu, hingga akhirnya terjadi benturan fisik di lokasi, bahkan merembet masuk ke area kampus.


Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, dalam keterangannya saat doorstop di Lobby Polrestabes Makassar, Minggu (26/04/2026), membenarkan insiden tersebut.


“Bentrok terjadi sampai di dalam kampus. Total ada 108 mahasiswa yang kami kumpulkan. Saat itu hadir juga wakil rektor yang memberikan pengarahan, dan saya turut menyampaikan imbauan kepada adik-adik mahasiswa,” ujarnya.


Terkait beredarnya video viral yang memperlihatkan sosok pria berambut cepak di dalam kampus saat kericuhan berlangsung, pihak kepolisian memastikan bahwa yang bersangkutan telah diamankan.


“Yang diamankan semuanya mahasiswa. Kami sudah melakukan profiling, dan ternyata keduanya masih berstatus pelajar,” jelas Arya.


Ia juga menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan aparat militer dalam insiden tersebut.


“Tidak ada anggota TNI yang kami amankan dan tidak ada anggota TNI yang melakukan tindakan negatif di lapangan,” tegasnya.


Lebih lanjut, pihak kepolisian memastikan seluruh mahasiswa yang sempat diamankan telah dipulangkan dalam kondisi baik.


“Pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 05.30 WITA, semua mahasiswa yang diamankan sudah dipulangkan. Mereka dalam keadaan sehat, tidak ada intimidasi maupun perlakuan yang tidak menyenangkan,” terangnya.


Peristiwa ini kembali menjadi sorotan publik, terutama terkait pengelolaan aksi unjuk rasa di ruang publik yang bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat. Di satu sisi, mahasiswa menjalankan hak berekspresi untuk mengenang tragedi kemanusiaan, namun di sisi lain, dampak penutupan jalan memicu konflik horizontal yang tak terhindarkan.


Hingga kini, situasi di sekitar kampus Universitas Muslim Indonesia telah kembali kondusif, meski insiden tersebut menyisakan pertanyaan besar tentang mekanisme pengamanan dan koordinasi dalam setiap aksi massa di Kota Makassar.


DDL CELEBES POST 

×
Berita Terbaru Update