Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DIGEMPUR TANPA AMPUN! Sarang Narkoba di Bantaran Rel KA Tembung Dibakar, 4 Pelaku Diciduk Polisi

Senin, 27 April 2026 | April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T05:55:14Z

Dokumentasi Kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | MEDAN — Perang terhadap narkoba kembali digelorakan. Aparat Satres Narkoba Polrestabes Medan menggempur sarang peredaran narkotika di bantaran rel kereta api kawasan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (24/4/2026). Operasi ini berujung pada penangkapan empat pelaku serta penyitaan barang bukti narkoba dalam jumlah signifikan.


Penggerebekan dilakukan di dua titik yang selama ini diduga menjadi pusat transaksi gelap, yakni Gang Nusa Indah dan Gang Pisang, Desa Tembung. Lokasi yang berada di pinggiran rel kereta api itu disebut-sebut telah lama menjadi “zona merah” peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat.


Empat pria yang diamankan masing-masing berinisial DS (40), AF (20), SH (37), dan ZS (48). Mereka tak berkutik saat petugas melakukan penyergapan yang dipimpin langsung Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha.


Dari tangan para pelaku, polisi menyita sedikitnya 10 paket sabu dengan berat total 10,59 gram. Selain itu, turut diamankan paket ganja kering, timbangan elektrik, alat hisap sabu, uang tunai yang diduga hasil transaksi haram, serta puluhan plastik klip kosong yang biasa digunakan untuk pengemasan narkoba.


“Empat orang sudah kita amankan. Barang bukti cukup banyak, mulai dari sabu, ganja, hingga alat pendukung peredaran narkoba,” tegas Kompol Rafli, Minggu (26/4/2026).


Namun yang menjadi sorotan, kawasan ini ternyata bukan pertama kali digerebek. Sebelumnya, aparat telah melakukan pembersihan di lokasi yang sama. Sayangnya, praktik haram itu kembali tumbuh bak jamur di musim hujan.


“Kawasan ini sempat kami bersihkan dan terus kami pantau. Tapi kami menemukan kembali adanya aktivitas peredaran narkoba, sehingga dilakukan tindakan tegas,” ungkap Rafli.


Penindakan kali ini bukan sekadar operasi rutin. Lebih dari itu, menjadi alarm keras bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman nyata, bahkan di wilayah yang telah ditertibkan.


Rafli menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan narkotika. Bahkan, tindakan tegas dan terukur akan diambil terhadap siapa saja yang mencoba melawan aparat, apalagi hingga membahayakan nyawa petugas.


“Kami hadir untuk memastikan generasi muda tidak dirusak oleh narkoba. Tidak ada kompromi bagi pelaku. Siapa pun yang melawan, akan kami tindak tegas,” tandasnya.


Sebagai bentuk komitmen nyata, usai penggerebekan, petugas langsung meratakan dan membakar lapak-lapak yang dijadikan tempat transaksi narkoba di bantaran rel tersebut. Api yang melahap bangunan liar itu menjadi simbol perlawanan negara terhadap jaringan narkotika yang mencoba bertahan di ruang-ruang gelap masyarakat.


Penggerebekan ini sekaligus menjadi pesan keras: tidak ada tempat aman bagi pelaku narkoba. Negara hadir, dan akan terus memburu hingga ke akar-akarnya. 


(Tim)

×
Berita Terbaru Update