CELEBES POST | MAKASSAR — Gelombang kemarahan publik kian membesar. Dugaan kelalaian dalam penanganan krisis di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba kini tak hanya memicu reaksi organisasi mahasiswa, tetapi juga suara langsung dari warga terdampak.
Forum Aliansi Mahasiswa Pemuda Butta Panrita Lopi (FORMASI) memastikan akan menggelar aksi besar pada Senin, 4 April 2026, di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan Fly Over Makassar, sebagai bentuk protes atas insiden pemadaman listrik yang dinilai mengancam keselamatan pasien.
Korlap: “Ini Bukan Kelalaian Biasa, Ini Ancaman Nyawa”
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi menegaskan bahwa peristiwa ini tidak bisa dianggap sebagai gangguan teknis semata, melainkan kegagalan serius dalam sistem pelayanan publik.
“Ini bukan kelalaian biasa. Ini menyangkut nyawa manusia. Rumah sakit harusnya siap dalam kondisi darurat apa pun, termasuk pemadaman listrik. Kalau tidak siap, ini bentuk kegagalan yang fatal,” tegasnya.
Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antara pihak rumah sakit dan penyedia listrik, yakni PLN (Perusahaan Listrik Negara) wilayah Bulukumba.
“Kalau fasilitas vital seperti rumah sakit bisa padam tanpa solusi cepat, lalu di mana letak tanggung jawab negara?” tambahnya dengan nada keras.
![]() |
| Seruan aksi dan tuntutan |
Warga Terdampak: “Kami Panik, Tapi Justru Ditekan”
Kesaksian pilu datang dari salah satu warga terdampak yang akrab disapa Bams. Ia mengaku berada langsung di lokasi saat kejadian dan merasakan kepanikan luar biasa.
“Kami panik sekali waktu itu. Banyak keluarga pasien bingung, apalagi yang punya keluarga dalam kondisi kritis. Tapi yang kami rasakan, bukannya ditenangkan, justru ada pengamanan yang terkesan menekan kami,” ungkap Bams.
Menurutnya, situasi saat itu sangat mencekam. Dalam kondisi gelap dan penuh ketidakpastian, keluarga pasien justru merasa tidak mendapatkan perlindungan yang semestinya.
“Kami hanya ingin kepastian dan keselamatan keluarga kami. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Ini sangat kami sesalkan,” lanjutnya.
Tuntutan Tegas: Copot Dirut!
Dalam selebaran aksi, FORMASI mengajukan tuntutan keras:
Mendesak DPRD Sulsel membentuk tim investigasi bersama Dinas Kesehatan, PLN, dan APH.
Mendesak Bupati Bulukumba mencopot Direktur PLN Bulukumba dan Direktur RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja.
Mendesak evaluasi total terhadap Dinas Kesehatan dan PLN wilayah Bulukumba.
Tekanan juga diarahkan kepada DPRD Provinsi Sulawesi Selatan agar segera turun tangan dan tidak berpangku tangan atas persoalan yang menyangkut keselamatan publik.
Aksi Berpotensi Memanas
Aksi yang dijadwalkan mulai pukul 13.00 WITA hingga tuntutan dipenuhi ini diperkirakan akan menyedot perhatian luas. Isu pelayanan kesehatan yang menyentuh aspek kemanusiaan menjadi pemicu kuat gelombang protes.
Jika tidak ada respons cepat dan tegas dari pihak terkait, bukan tidak mungkin aksi ini akan meluas dan menjadi simbol perlawanan terhadap buruknya tata kelola layanan publik.
CELEBES POST akan terus mengawal kasus ini dan menghadirkan perkembangan terbaru, termasuk tanggapan resmi dari pihak rumah sakit, PLN, dan pemerintah daerah. Transparansi dan keberpihakan pada keselamatan rakyat kini menjadi harga mati.

