![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
CELEBES POST | MAKASSAR, SULSEL — Di tengah wajah Kota Makassar yang kian padat, panas, dan terancam krisis ruang hijau, sebuah gerakan penghijauan kembali digaungkan. Namun pertanyaannya, apakah ini benar-benar langkah konkret atau sekadar seremoni tahunan?
Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Persit KCK Cabang 1 Ranting 4 Denintel menggelar aksi penanaman pohon serentak di Jalan Dr Leimena, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Kamis pagi (23/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA ini melibatkan sekitar 100 peserta dan turut dihadiri unsur Tripika setempat. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Dandenintel XIV/Hasanuddin, Alfredo Siahaan, didampingi Ketua Persit Ranting 4 Denintel, Helena Alfredo Siahaan.
Sejumlah pejabat turut meramaikan kegiatan ini, di antaranya Ketua Persit Cabang 1 Sinteldam XIV/Hasanuddin Ny. Fitri, Wadan Denintel Mayor Inf Agus Salim, Camat Panakukang Sahril, Lurah Tello Baru Syafrin, Kabid Keanekaragaman Hayati Amanda Syahwaldi, serta Wakil Ketua Persit Ranting 4 Denintel Ny. Hasmah.
Dari Jalan Santai ke Aksi Nyata
Rangkaian kegiatan dimulai dari pemeriksaan kesehatan sederhana berupa denyut nadi peserta, dilanjutkan pemanasan dan jalan santai bersama. Namun sorotan utama tentu pada momen penanaman pohon serentak yang diharapkan bukan sekadar simbolik.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat, menegaskan pendekatan humanis yang diusung Persit dan TNI.
Pesan Tegas: Jangan Sekadar Tanam, Tapi Rawat!
Dalam sambutannya, Letkol Inf Alfredo Siahaan menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dan pemerintah daerah.
“Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi bagaimana kita menjaga keberlanjutan lingkungan. Sinergi harus terus dijaga demi Makassar yang hijau dan layak huni,” tegasnya.
Namun, di balik pesan tersebut, terselip kritik halus terhadap realitas kota yang masih minim ruang terbuka hijau dan rentan terhadap banjir serta degradasi lingkungan.
Persit Angkat Isu Lingkungan: Serius atau Simbolis?
Ketua Persit Ranting 4 Denintel, Helena Alfredo Siahaan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Persit Kartika Chandra Kirana dalam memperingati HUT ke-80.
Ia menekankan bahwa gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka.
“Penanaman pohon ini adalah langkah strategis untuk penghijauan, mencegah banjir dan longsor, serta menciptakan ruang hijau yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih jauh, Helena menyebut bahwa langkah ini merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang, sekaligus komitmen bersama dalam menjaga ekosistem.
SOROTAN CELEBES POST: Makassar Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Momentum
Di tengah laju pembangunan yang kerap mengorbankan ruang hijau, kegiatan seperti ini patut diapresiasi—namun juga harus diawasi.
Pertanyaannya kini:
Apakah pohon-pohon yang ditanam hari ini akan tetap hidup lima tahun ke depan?
Ataukah hanya menjadi bagian dari dokumentasi kegiatan tanpa dampak nyata?
Makassar tidak kekurangan seremoni.
Yang dibutuhkan adalah konsistensi, pengawasan, dan keberlanjutan.
Jika tidak, maka penghijauan hanya akan menjadi narasi indah di atas kertas—sementara kota terus kehilangan paru-parunya.
CELEBES POST — Pewarta Penyambung Lidah Rakyat
