Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HIJAUKAN BUMI, SELAMATKAN MASA DEPAN! DEMA IAIN Bone Gaungkan Aksi Nyata di Hari Bumi

Sabtu, 25 April 2026 | April 25, 2026 WIB Last Updated 2026-04-25T14:35:59Z
Dokumentasi Kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | BONESemangat kepedulian terhadap lingkungan menggema kuat di Kabupaten Bone. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) IAIN Bone sukses menggelar seminar lingkungan bertajuk Go Green yang dirangkaikan dengan aksi nyata penanaman ratusan bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi.


Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKK, Bone, sejak pukul 09.00 WITA ini dihadiri lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan—mulai dari organisasi internal kampus, komunitas pecinta alam, hingga delegasi pelajar. Antusiasme peserta tampak sejak awal, terlebih dengan pembagian bibit tanaman yang menjadi simbol sekaligus komitmen aksi lanjutan di lingkungan masing-masing.


Refleksi Spiritual: Menjaga Alam adalah Amanah


Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III IAIN Bone, Prof. Dr. Sarifa Suhra, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan juga tanggung jawab spiritual.


“Merawat lingkungan berarti merawat diri sendiri. Kita adalah khalifah di bumi yang diberi amanah oleh Allah untuk menjaganya,” ungkapnya, disertai syair reflektif yang menyentuh kesadaran peserta.

 

Alarm Bahaya dari Mahasiswa


Presiden Mahasiswa IAIN Bone, Muhammad Farhan, tampil lantang mengingatkan bahwa peringatan Hari Bumi tidak boleh berhenti pada seremoni belaka.


“Ini bukan sekadar kegiatan simbolik. Ini adalah panggilan aksi. Indonesia sedang menghadapi ancaman serius—deforestasi tinggi dan menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Ini alarm bahaya bagi masa depan,” tegasnya.

 

Nada kritis tersebut mempertegas posisi mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak tinggal diam melihat krisis ekologis yang kian memburuk.


Perspektif Ilmiah dan Sastra: Menyentuh Akal dan Hati


Seminar ini menghadirkan sejumlah pemateri kompeten yang membedah isu lingkungan dari berbagai sudut pandang:


  • Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., M.A. mengupas konsep ekoteologi, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan berakar dari perilaku eksploitatif manusia.

  • Andi Takdir membahas realitas perubahan iklim dan pentingnya strategi adaptasi.

  • Arismayanti, S.Ag., M.Ag. menyentuh sisi emosional melalui puisi yang menggambarkan “jeritan alam” akibat ulah manusia.


Ketua Mapala IAIN Bone, Muh. Alif Fajriawan, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.


“Perubahan tidak akan terjadi jika kita hanya menunggu. Semua harus dimulai dari diri sendiri, dari sekarang,” ujarnya.

 

Aksi Nyata: 500 Bibit untuk Masa Depan


Tidak berhenti pada diskusi, kegiatan ini diwujudkan dalam aksi konkret. Lebih dari 500 bibit pohon—mulai dari jati, mahoni, jambu hingga sirsak—dibagikan dan ditanam langsung di Kampus II IAIN Bone.


Langkah ini menjadi simbol perlawanan terhadap krisis lingkungan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan.


Pesan Menggugah: Saat Alam Tak Lagi Bisa Dibeli


Menutup kegiatan, Muhammad Farhan menyampaikan pesan yang mengguncang kesadaran:


“Ketika pohon terakhir ditebang, sungai terakhir dikeringkan, dan ikan terakhir ditangkap, saat itulah kita sadar bahwa uang tidak bisa menggantikan alam.”

 

Dokumentasi Kontributor Celebes Post 

Mahasiswa Bergerak, Harapan Itu Nyata


Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berbicara di ruang seminar, tetapi juga bergerak nyata di lapangan. Kolaborasi DEMA dan Mapala IAIN Bone diharapkan menjadi pemantik gerakan ekologis yang lebih luas—tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah masyarakat.


CELEBES POST mencatat: ketika generasi muda mulai menanam harapan, di situlah masa depan bumi menemukan peluang untuk diselamatkan.

×
Berita Terbaru Update