![]() |
| Ketua Komite Jurnalis Nusantara Independen (KJNI) Sulawesi Selatan, Aswar |
CELEBES POST | MAKASSAR — Di tengah derasnya arus informasi yang kian tak terbendung, peran media sebagai penjaga kebenaran semakin diuji. Dalam konteks itulah, kegiatan sederhana bertajuk “ngopi bareng” yang digelar pada Minggu, 26 April 2026, justru menjelma menjadi ruang strategis yang sarat makna.
Ketua Komite Jurnalis Nusantara Independen (KJNI) Sulawesi Selatan, Aswar, menggagas pertemuan hangat bersama sejumlah rekan media dengan menghadirkan Darmawansyah dan Muhammad Armansyah. Bertempat di Kota Makassar, suasana penuh keakraban terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.
Lebih dari sekadar pertemuan santai, kegiatan ini menjadi wadah refleksi sekaligus konsolidasi peran media dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam diskusi yang mengalir tanpa sekat formalitas, berbagai isu sosial, dinamika pembangunan daerah, hingga tantangan independensi pers menjadi topik yang dibedah secara terbuka.
Aswar menegaskan bahwa ruang-ruang kebersamaan seperti ini bukan hanya penting, tetapi juga mendesak untuk terus dirawat.
“Media memiliki posisi strategis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat serta menjadi jembatan informasi antara publik dan para pemangku kepentingan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Di era digital yang dipenuhi disinformasi, media dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Karena itu, komunikasi yang harmonis antar insan pers dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Sementara itu, Darmawansyah dan Muhammad Armansyah memberikan apresiasi atas inisiatif yang dinilai mampu memperkuat hubungan emosional sekaligus profesional antar jurnalis dan elemen masyarakat.
Mereka menilai, sinergi yang terbangun dalam suasana informal justru membuka ruang dialog yang lebih jujur dan produktif. Dari situlah, lahir gagasan-gagasan segar yang berorientasi pada kepentingan publik.
Tak dapat dipungkiri, keberadaan media hari ini tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pilar edukasi dan kontrol sosial. Oleh karena itu, menjaga integritas, membangun kepercayaan, dan memperkuat kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan ekosistem informasi yang sehat.
Kegiatan ini pun ditutup dengan sesi foto bersama yang sarat makna simbolik: kebersamaan yang tidak berhenti di meja diskusi, melainkan berlanjut dalam kerja-kerja nyata ke depan.
Komitmen pun ditegaskan — bahwa silaturahmi akan terus dijaga, kolaborasi akan terus diperkuat, dan komunikasi akan terus dibangun demi menciptakan ruang informasi yang lebih kredibel, mencerahkan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Di balik secangkir kopi, tersimpan tekad besar: menjaga marwah pers dan merawat kepercayaan publik.
Red.
