
AKBP Siska Dwimarita Susanti bukan sekadar inspeksi mendadak (sidak), tapi ini Pengabdian
CELEBES POST | Makassar, Sulsel — Di tengah sorotan publik terhadap kualitas layanan birokrasi, sebuah pemandangan berbeda tersaji di ruang pelayanan SIM Polrestabes Makassar, Sabtu (25/4/2026). Kehadiran AKBP Siska Dwimarita Susanti bukan sekadar inspeksi mendadak (sidak), melainkan sebuah penegasan nilai: bahwa pelayanan publik harus berpijak pada profesionalitas, integritas, dan kemanusiaan.
Beberapa minggu sejak resmi menjabat, AKBP Siska langsung menunjukkan gaya kepemimpinan yang progresif. Ia tidak menunggu laporan di balik meja, melainkan turun langsung memastikan denyut pelayanan berjalan sebagaimana mestinya. Dari meja pendaftaran hingga proses akhir penerbitan SIM, seluruh tahapan ditelusuri dengan pendekatan menyeluruh—menggabungkan pengawasan ketat dan empati sosial.
Langkah ini menjadi penting di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang semakin kuat. Pelayanan SIM selama ini kerap menjadi tolok ukur kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Karena itu, penegakan standar operasional prosedur (SOP), transparansi proses, serta efisiensi waktu bukan lagi sekadar target internal, tetapi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Tadi saya sempatkan diri melakukan pantauan pelayanan SIM, pastikan proses pemohon SIM sesuai dengan SOP yang ada,” tegasnya.
Namun, yang membuat sidak ini terasa berbeda adalah dimensi humanis yang dibawanya. Di sela-sela pengawasan, AKBP Siska menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan masyarakat—terutama para ibu yang tengah mengurus SIM. Sentuhan sederhana ini menghadirkan rasa dihargai, sekaligus memperkuat kepercayaan bahwa negara benar-benar hadir dalam pelayanan sehari-hari.
Sejumlah pemohon bahkan mengaku takjub. Bagi mereka, kehadiran pimpinan secara langsung bukan hanya simbol pengawasan, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral. Di titik inilah pelayanan publik menemukan maknanya: bukan sekadar proses administratif, tetapi relasi antara negara dan warganya.
![]() |
| AKBP Siska Dwimarita Susanti bukan sekadar inspeksi mendadak (sidak) |
![]() |
| AKBP Siska Dwimarita Susanti bukan sekadar inspeksi mendadak (sidak) |
Di bawah kepemimpinannya, Satlantas Polrestabes Makassar mulai menunjukkan transformasi. Pelayanan yang sebelumnya identik dengan kerumitan perlahan diarahkan menjadi lebih sederhana, cepat, dan akuntabel. Ini sejalan dengan agenda besar Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendorong pelayanan prima berbasis digital dan transparansi.
Lebih jauh, langkah ini juga memiliki implikasi strategis. Ketika kualitas pelayanan meningkat, maka tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas ikut terdorong. Dengan kata lain, perbaikan layanan SIM bukan hanya soal administrasi, tetapi bagian dari upaya besar menciptakan keselamatan berlalu lintas dan ketertiban sosial.
Dramatisasi momen sidak itu terasa nyata—bukan karena dibuat-buat, melainkan karena adanya pertemuan antara ketegasan sistem dan kehangatan manusia. Para ibu tersenyum lega, petugas bekerja lebih disiplin, dan ruang pelayanan berubah menjadi simbol harapan akan birokrasi yang lebih baik.
Di Makassar hari itu, publik tidak hanya menyaksikan sidak. Mereka melihat arah baru pelayanan publik: lebih tegas, lebih bersih, dan lebih menyentuh hati.
CELEBES POST — Pewarta Penyambung Lidah Rakyat

