![]() |
| 100 batang anak panah busur siap pakai |
CELEBES POST | MAKASSAR — Kota yang selama ini berdenyut dengan geliat ekonomi dan aktivitas masyarakat, kembali diguncang temuan yang mengkhawatirkan. Aparat dari Polrestabes Makassar melalui Satuan Reserse Kriminal berhasil membongkar potensi ancaman serius di jalanan: ratusan anak panah busur siap pakai yang diduga akan digunakan dalam aksi kekerasan.
Penangkapan seorang pria yang belum diungkap identitasnya itu terjadi pada Jumat, 25 April 2025, di wilayah Makassar. Aksi ini bukan sekadar penangkapan biasa, melainkan alarm keras bagi kondisi keamanan kota yang belakangan kerap dibayangi fenomena “busur-busuran” — praktik kekerasan jalanan yang meresahkan dan membahayakan nyawa warga.
Gerak-Gerik Mencurigakan,100 batang anak panah busur siap pakai Berujung Penemuan Mengerikan
Peristiwa ini bermula dari kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik pelaku yang membawa tas hitam berukuran besar. Naluri aparat tidak meleset. Saat penggeledahan dilakukan, isi tas tersebut justru mengungkap potensi teror jalanan: tumpukan anak panah busur yang telah siap digunakan.
Dari tangan pelaku, polisi menyita:
100 batang anak panah busur siap pakai
Seperangkat alat perakitan (pelontar dan perlengkapan pembuatan busur)
Satu tas hitam besar sebagai wadah penyimpanan
Temuan ini mempertegas bahwa ancaman kekerasan bukan lagi sekadar isu, melainkan telah dipersiapkan secara sistematis.
“Busur-Busuran”: Luka Lama yang Belum Sembuh
Fenomena busur-busuran di Makassar bukan cerita baru. Aksi brutal ini kerap melibatkan kelompok pemuda yang menggunakan anak panah sebagai senjata serangan jarak jauh, seringkali berujung pada korban luka bahkan kematian. Ironisnya, praktik ini terus berulang seolah menjadi siklus tanpa akhir.
Langkah cepat kepolisian kali ini menjadi sinyal tegas bahwa negara tidak tinggal diam.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi oknum yang mencoba mengganggu ketenangan masyarakat dengan membawa senjata tajam. Penindakan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan Makassar tetap aman,” tegas perwakilan Polrestabes.
![]() |
| Pelaku |
Sorotan CELEBES POST: Ancaman Terstruktur atau Aksi Individual?
Penangkapan ini membuka pertanyaan yang lebih dalam: apakah pelaku hanya bergerak sendiri, atau bagian dari jaringan penyedia senjata tajam ilegal
Fakta adanya alat perakitan mengindikasikan bahwa aktivitas ini tidak sekadar konsumsi pribadi, melainkan berpotensi sebagai produksi atau distribusi. Jika benar demikian, maka yang dihadapi bukan lagi pelaku tunggal, melainkan rantai pasokan kekerasan yang harus diputus hingga ke akar.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti telahl diamankan di Mapolrestabes Makassar. Aparat masih mendalami motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Negara Harus Hadir, Bukan Sekadar Reaktif
CELEBES POST menilai, penindakan ini patut diapresiasi, namun tidak boleh berhenti pada penangkapan semata. Upaya preventif, edukasi masyarakat, hingga penindakan hukum yang tegaskan tak ada yang bisa harus berjalan beriringan.
Jika tidak, maka ratusan anak panah yang berhasil diamankan hari ini, bisa saja menjadi ribuan di hari esok.
Makassar tidak boleh dibiarkan menjadi medan uji coba kekerasan jalanan.
Pewarta: CELEBES POST — Penyambung Lidah Rakyat
DDL CELEBES POST

