Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

“MAKASSAR DARURAT GENG MOTOR!” Kapolrestabes Turun Langsung Ngopi Bareng Warga, Orang Tua Diminta Jangan Lepas Pengawasan Anak

Selasa, 12 Mei 2026 | Mei 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T05:32:18Z
Kapolrestabes Makassar Arya Perdana memilih turun langsung menemui masyarakat melalui kegiatan “Ngopi Kamtibmas” 


CELEBES POST | Makassar, Sulsel — Kota Makassar kembali dihadapkan pada ancaman aksi geng motor yang semakin meresahkan masyarakat. Di tengah meningkatnya kekhawatiran warga terhadap aksi brutal remaja jalanan, Kapolrestabes Makassar Arya Perdana memilih turun langsung menemui masyarakat melalui kegiatan “Ngopi Kamtibmas” yang digelar di Jalan Gunung Merapi, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Senin malam (11/5/2026).


Kegiatan yang mengangkat tema “Mari Kita Wujudkan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif” itu berubah menjadi ruang curhat masyarakat terkait keresahan terhadap geng motor, narkoba, hingga maraknya hoaks di media sosial.


Suasana hangat penuh kekeluargaan tampak menyelimuti pertemuan tersebut. Hadir unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para Ketua RT/RW yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga lingkungan.


Dalam penyampaiannya, Kombes Pol Arya Perdana menegaskan bahwa polisi tidak dapat bekerja sendiri menghadapi fenomena geng motor yang kini semakin nekat dan berpindah-pindah lokasi saat beraksi.


“Patroli rutin terus kami lakukan, tetapi dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Orang tua jangan lengah mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus ke dalam geng motor maupun narkoba,” tegasnya.


Pernyataan itu menjadi alarm keras bagi masyarakat Makassar. Sebab, aksi geng motor belakangan bukan hanya menciptakan rasa takut di jalanan, tetapi juga mengancam masa depan generasi muda.


Kapolrestabes mengungkapkan, setiap malam aparat kepolisian mengamankan puluhan remaja yang masih berkeliaran hingga larut malam. Setelah diamankan, para orang tua dipanggil untuk diberikan pembinaan bersama anak-anak mereka.


Fenomena ini dinilai bukan sekadar persoalan kriminalitas biasa, melainkan persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


“Kalau pengawasan keluarga lemah, anak-anak sangat mudah terpengaruh lingkungan yang salah,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.


Selain menyoroti geng motor, Kapolrestabes juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu atau hoaks yang marak beredar di media sosial.


Menurutnya, penyebaran informasi tanpa verifikasi sering kali memicu keresahan, bahkan perpecahan di tengah masyarakat.


“Dulu ada slogan saring sebelum sharing. Cek dulu kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” kata Arya Perdana di hadapan warga.


Dalam sesi dialog, warga RW 01 mengeluhkan derasnya arus hoaks yang kerap memicu perdebatan dan kesalahpahaman di lingkungan masyarakat. Sementara warga lainnya, M. Rifki, mempertanyakan efektivitas patroli polisi dalam memberantas geng motor yang masih terus muncul.


Menjawab hal tersebut, Kapolrestabes menegaskan bahwa pola pergerakan geng motor sangat dinamis sehingga membutuhkan patroli gabungan secara intensif dan dukungan aktif masyarakat.


Kegiatan “Ngopi Kamtibmas” itu pun menjadi simbol bahwa menjaga keamanan kota bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama.


Di tengah ancaman geng motor, narkoba, dan hoaks yang terus menghantui kehidupan sosial masyarakat urban, Makassar kini dihadapkan pada satu pilihan penting: membangun kepedulian bersama atau membiarkan generasi muda terseret ke jurang kehancuran.


CELEBES POST menilai, langkah dialogis yang dilakukan Kapolrestabes Makassar menjadi sinyal bahwa pendekatan humanis dan komunikasi langsung dengan masyarakat masih menjadi senjata penting dalam menjaga stabilitas keamanan kota.



DDL CELEBES POST 

×
Berita Terbaru Update