![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
CELEBES POST | MAKASSAR — Kota Makassar kembali diguncang keresahan akibat maraknya aktivitas geng motor yang kian brutal dan meresahkan warga. Menyikapi situasi tersebut, Arya Perdana turun langsung memimpin patroli malam berskala besar demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Selasa dini hari (12/5/2026).
Patroli yang dipimpin langsung Kapolrestabes Makassar itu diawali dengan apel kesiapan di pertigaan Jalan Alauddin–Pettarani, Makassar. Aparat gabungan dari berbagai satuan diterjunkan dalam operasi malam tersebut, mulai dari Satuan Samapta, Lalulintas, Reskrim, Intelkam hingga jajaran Polsek di bawah wilayah hukum Polrestabes Makassar.
Langkah ini disebut sebagai bentuk respons cepat kepolisian atas meningkatnya keresahan masyarakat terhadap aksi geng motor yang belakangan kerap muncul pada malam hingga dini hari.
“Kegiatan malam ini dilakukan untuk menyikapi perkembangan situasi kamtibmas terkini di Kota Makassar. Sebenarnya setiap hari kami sudah melaksanakan patroli bersama-sama untuk mengantisipasi gerakan-gerakan geng motor, namun malam ini kami lebih masifkan lagi dengan razia dan penindakan,” tegas Kombes Pol Arya Perdana di sela kegiatan patroli.
Atmosfer patroli malam itu berlangsung tegang. Sejumlah titik rawan di wilayah perbatasan kota menjadi fokus utama penyisiran aparat. Polisi tampak memperketat akses masuk menuju Kota Makassar guna mencegah kelompok geng motor bergerak bebas memasuki pusat kota.
Kapolrestabes mengungkapkan bahwa mayoritas kelompok geng motor yang diamankan justru berasal dari luar wilayah Makassar.
“Kebanyakan mereka berasal dari luar Kota Makassar. Karena itu kami berada di wilayah perbatasan supaya mereka tidak masuk ke Kota Makassar,” ungkapnya.
Tak hanya sekadar patroli, aparat juga melakukan razia dan tindakan preventif terhadap kelompok-kelompok remaja yang dicurigai akan melakukan aksi balapan liar maupun konvoi yang berpotensi memicu tindak kriminal.
Polisi menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi aksi-aksi yang mengancam keselamatan warga.
“Kalau memang melakukan tindak pidana tentu akan kami tindak tegas, apalagi sampai menyakiti masyarakat. Tetapi kalau belum melakukan tindak pidana, kami akan amankan dan bubarkan supaya tidak ada lagi kegiatan negatif seperti itu,” tegas Arya Perdana dengan nada keras.
Fakta yang paling memprihatinkan dalam operasi tersebut adalah mayoritas anggota geng motor yang diamankan masih berstatus anak di bawah umur. Sebagian bahkan masih berusia belasan tahun.
“Rata-rata anggota geng motor yang kami amankan usianya masih 13, 14, 15 sampai 16 tahun,” ujarnya.
Fenomena ini menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua. Kepolisian menilai lemahnya pengawasan keluarga menjadi salah satu faktor yang membuat anak-anak mudah terjerumus ke dalam aktivitas jalanan yang berujung kriminalitas.
Kapolrestabes Makassar pun mengeluarkan imbauan keras kepada para orang tua agar lebih memperhatikan keberadaan anak-anak mereka pada malam hari.
“Kepada para orang tua, kalau anak-anaknya masih berusia dini jangan keluar rumah sampai lewat pukul 12 malam. Ini untuk memperkecil kemungkinan menjadi korban ataupun melakukan tindakan kriminal,” pungkasnya.
Patroli besar-besaran ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat kepolisian tidak ingin Kota Makassar dikuasai rasa takut akibat ulah geng motor. Di tengah meningkatnya keresahan warga, langkah tegas aparat diharapkan mampu mengembalikan rasa aman di jalanan dan menjaga Makassar tetap kondusif.
DDL CELEBES POST
