Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

“RINDU KAMPUNG HALAMAN TUMPAH DI IBU KOTA!”

Rabu, 13 Mei 2026 | Mei 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T16:05:02Z
Dokumentasi Kontributor Celebes Post 


Halal Bihalal KPIBM 2026 Satukan Warga Bolaang Mongondow Raya, Perkuat Budaya dan Persaudaraan di Tengah Hiruk Pikuk Metropolitan


CELEBES POST | Jakarta — Lautan kerinduan terhadap tanah kelahiran pecah dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan saat ratusan warga Bolaang Mongondow Raya menghadiri acara Halal Bihalal Kerukunan Pogogutat in Bolaang Mongondow (KPIBM) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).


Kegiatan yang mempertemukan warga Bolaang Mongondow dari wilayah Jabodetabek dan Bandung itu bukan sekadar agenda silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri. Lebih dari itu, acara ini menjadi momentum emosional sekaligus simbol kuat bahwa budaya dan nilai persaudaraan masyarakat Bolmong tetap hidup meski berada jauh dari kampung halaman.


Ratusan warga tampak memadati lokasi acara dengan penuh antusias. Nuansa adat, budaya, hingga semangat persatuan begitu terasa sejak awal kegiatan dimulai. Para sesepuh, tokoh masyarakat, pemuda, hingga keluarga besar perantauan Bolmong larut dalam suasana yang sarat makna kebersamaan.




Dalam kegiatan tersebut, para tokoh adat dan sesepuh Pogogutat menyampaikan pesan-pesan moral dan filosofi hidup masyarakat Bolaang Mongondow yang hingga kini masih dijaga kuat oleh masyarakat perantauan.


Nilai luhur “Mototompiaan, Mototabian, bo Mototanoban” yang berarti saling memperbaiki, saling menyayangi, dan saling mengenang kembali digaungkan sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan warga Bolmong di tanah rantau.


Acara diawali dengan doa bersama dan prosesi adat yang berlangsung khidmat. Suasana semakin hangat ketika para peserta saling bersalaman, berpelukan, dan mengenang kampung halaman yang telah lama ditinggalkan demi perjuangan hidup di kota besar.


Dokumentasi Kontributor Celebes Post 


Tak hanya menghadirkan nuansa budaya, kegiatan ini juga menjadi “obat rindu” melalui sajian kuliner khas Bolaang Mongondow yang menggugah selera. Hidangan autentik seperti Sinorong, Dinangoi, hingga kopi khas daerah menjadi magnet tersendiri bagi para tamu undangan.


Aroma masakan tradisional yang memenuhi ruangan seolah membawa para perantau kembali ke kampung halaman mereka di tanah Bolmong. Banyak peserta mengaku terharu karena dapat kembali merasakan suasana kekeluargaan yang jarang ditemui di tengah kerasnya kehidupan metropolitan.


Salah satu tokoh masyarakat Bolaang Mongondow, Drs. Samsurijal Mokoagow, S.H., M.H., yang akrab disapa Kak Sam, menilai kegiatan tersebut memiliki dampak sosial yang sangat besar dalam menjaga solidaritas masyarakat perantauan.


Menurutnya, Halal Bihalal KPIBM bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga wadah strategis untuk menjaga identitas budaya serta memperkuat jaringan sosial antarwarga Bolmong di berbagai daerah.


“Persaudaraan harus terus dijaga. Jangan sampai modernisasi dan kesibukan di kota besar membuat kita melupakan akar budaya dan nilai kekeluargaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Bolaang Mongondow,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Panitia, Damopolii, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun sinergi antarkomunitas warga Bolmong, khususnya antara wilayah Jabodetabek dan Bandung.


Ia berharap kerukunan yang telah terjalin selama ini dapat menjadi kekuatan sosial yang nyata dalam membantu sesama warga perantauan, baik dalam kondisi suka maupun duka.


“KPIBM harus menjadi rumah besar bagi seluruh warga Bolaang Mongondow di perantauan. Kita ingin budaya tetap hidup, persaudaraan semakin kuat, dan generasi muda tetap bangga dengan identitasnya,” tegasnya disambut tepuk tangan para hadirin.


Yang menarik, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antar-generasi. Kaum milenial dan Gen Z asal Bolaang Mongondow tampak aktif berdiskusi mengenai peran mereka dalam membangun daerah asal, meski kini meniti karier dan pendidikan di Pulau Jawa.


Semangat untuk tetap terhubung dengan kampung halaman menjadi pesan kuat yang lahir dari acara tersebut. Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernitas, masyarakat Bolmong di perantauan menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi identitas yang harus dijaga dan diwariskan.


Halal Bihalal KPIBM 2026 akhirnya menjadi bukti bahwa jarak tidak mampu memisahkan rasa persaudaraan warga Bolaang Mongondow. Dari Jakarta, semangat persatuan itu kembali digaungkan — menghidupkan harapan bahwa budaya, solidaritas, dan kecintaan terhadap tanah leluhur akan terus tumbuh lintas generasi.


Ivan CELEBES POST 

×
Berita Terbaru Update