Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

“SURAT ADA, PESERTA NIHIL!” — Sosialisasi P4GN MAKI Sulsel Terpending, Kesbangpol Makassar Ikut Kecewa, Sekcam Akui Distribusi Undangan Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 | Mei 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-13T06:58:41Z
Sekertaris Kecamatan Tamalate Dan M. Yusri Maliang (Pembina Masyarakat Anti Narkoba Indonesia Sulawesi Selatan)


CELEBES POST | Makassar, Sulsel — Agenda sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang diinisiasi Masyarakat Anti Narkoba Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan di salah satu kecamatan di Kota Makassar terpaksa tertunda setelah diduga terjadi miskomunikasi dalam pendistribusian undangan kegiatan.


Kegiatan yang sedianya menjadi ruang edukasi masyarakat terkait bahaya narkoba itu batal terlaksana lantaran banyak peserta disebut tidak menerima informasi resmi kegiatan. Insiden ini pun menuai sorotan berbagai pihak, termasuk dari pemerintah kota.


Haidir S.STP., M.Si., 


Kepala Bidang Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Ormas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar, Haidir, menyampaikan rasa kecewanya atas batalnya kegiatan sosialisasi P4GN tersebut pada Rabu (13/5/2026).


Menurutnya, kegiatan P4GN sangat penting karena berkaitan langsung dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat dan menjadi bagian dari penguatan edukasi sosial di tingkat kecamatan maupun kelurahan.


“Kegiatan seperti ini sangat penting karena menyangkut penyelamatan masyarakat dari ancaman narkotika. Edukasi P4GN harus terus berjalan dan mendapat dukungan semua pihak,” ungkap Haidir.


Sementara itu, Pembina MAKI Sulsel, M. Yusri Maliang, menjelaskan bahwa pihaknya sejak awal telah mempersiapkan kegiatan tersebut secara matang. Namun di lapangan terjadi kendala komunikasi yang menyebabkan distribusi undangan tidak berjalan maksimal.


“Yang terjadi sebenarnya miskomunikasi. Surat sudah ada, namun distribusinya tidak sampai secara menyeluruh ke pihak terkait,” ujarnya.


Hal senada juga diakui Sekretaris Camat Tamalate yang akrab disapa Pak Saddam. Dalam klarifikasinya, ia membenarkan adanya persoalan internal terkait distribusi surat undangan.


“Seharusnya undangan itu disalurkan ke kelurahan, tetapi ternyata tidak sampai. Ini menjadi evaluasi bagi kami,” jelasnya.


Ia juga mengakui bahwa surat kegiatan sebenarnya telah diterbitkan dan tinggal disebarluaskan, namun proses tersebut diduga terhambat di internal kepegawaian.


“Suratnya sebenarnya sudah ada dan tinggal didistribusikan. Ke depan kami akan lebih cepat merespon hal-hal seperti ini agar tidak terulang lagi,” tambahnya.


Tertundanya sosialisasi P4GN ini menjadi perhatian serius karena program tersebut dianggap sangat strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika yang kini semakin mengkhawatirkan.


MAKI Sulsel menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda dan keamanan sosial masyarakat.


“Kami akan menjadwalkan ulang kegiatan ini dalam waktu dekat dengan konsep yang lebih matang serta menghadirkan seluruh unsur terkait,” tegas M. Yusri Maliang.


Dengan adanya evaluasi dari berbagai pihak, masyarakat kini berharap sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dapat diperkuat agar program edukasi P4GN tidak kembali terhambat hanya karena lemahnya koordinasi birokrasi.


Kruch CELEBES POST


×
Berita Terbaru Update