Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

GEMPAR! Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional Picu Sorotan Tajam, SEMMI Bulukumba Desak Audit Total Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 04 Juni 2026 | Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T04:31:45Z
Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bulukumba


CELEBES POST | BULUKUMBA — Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pimpinan di Badan Gizi Nasional mulai memicu gelombang kritik dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, giliran Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bulukumba yang angkat bicara dan mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.


Ketua Umum SEMMI Cabang Bulukumba menilai dugaan penggelembungan anggaran (mark-up) dalam pengadaan barang yang menyeret eks pejabat BGN merupakan peringatan serius bagi pemerintah untuk tidak menutup mata terhadap potensi penyimpangan dalam program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.


Menurutnya, program yang digagas untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia itu tidak boleh ternodai oleh praktik-praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara. Apalagi, program tersebut menggunakan anggaran negara yang seharusnya dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.


"Jangan sampai program yang bertujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa justru berubah menjadi ruang bagi oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi. Ini adalah amanah besar negara yang harus dijaga bersama," tegasnya.

 

Tamparan Keras bagi Program Strategis Nasional


SEMMI Bulukumba menilai munculnya kasus dugaan korupsi tersebut menjadi tamparan keras bagi upaya pemerintah dalam membangun kepercayaan publik terhadap Program MBG. Di tengah berbagai perdebatan mengenai sumber dan alokasi anggaran program tersebut, masyarakat kini kembali dihadapkan pada dugaan penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi mengurangi manfaat program bagi penerima.


Menurut SEMMI, sejak awal sebagian masyarakat telah menyuarakan kekhawatiran terkait pengelolaan anggaran dan mekanisme distribusi program tersebut. Kini, dugaan korupsi yang mencuat dinilai semakin memperkuat tuntutan agar pemerintah melakukan pengawasan lebih ketat terhadap seluruh rantai pelaksanaan program.


"Kasus ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan individu semata. Pemerintah harus melihatnya sebagai momentum untuk membenahi sistem secara menyeluruh agar tidak ada lagi celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.


Desak Audit Menyeluruh hingga Tingkat Dapur MBG


SEMMI Bulukumba secara tegas meminta pemerintah pusat dan aparat penegak hukum untuk melakukan audit total terhadap pelaksanaan Program MBG, mulai dari proses pengadaan, distribusi bahan baku, hingga operasional dapur penyedia makanan di berbagai daerah.


Menurut mereka, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh hingga ke tingkat paling bawah guna memastikan tidak terjadi praktik penggelembungan harga bahan baku, manipulasi anggaran, maupun penyimpangan lain yang berpotensi menurunkan kualitas makanan yang diterima masyarakat.


Program MBG, kata SEMMI, menyasar kelompok yang sangat rentan dan membutuhkan perhatian serius, seperti anak-anak sekolah, ibu hamil, serta lanjut usia. Karena itu, setiap rupiah yang dialokasikan harus benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, bukan justru bocor akibat praktik korupsi.


"Penggelembungan harga per porsi makanan sangat berbahaya. Dampaknya bukan hanya kerugian negara, tetapi juga bisa menurunkan kualitas makanan yang diterima masyarakat. Yang menjadi korban akhirnya adalah anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya," lanjutnya.


Minta Pemerintah Bertindak Cepat dan Tegas


SEMMI Cabang Bulukumba juga mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat, terukur, dan transparan dalam mengusut dugaan korupsi tersebut hingga tuntas. Mereka menegaskan bahwa tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan anggaran negara.


Bagi SEMMI, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari integritas tata kelola anggaran yang menopangnya.


"Siapa pun yang terbukti merugikan negara harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Pemerintah tidak boleh ragu mengambil tindakan tegas. Program MBG bukan ladang bisnis bagi segelintir orang, melainkan investasi besar untuk masa depan generasi Indonesia," tegas Ketua Umum SEMMI Cabang Bulukumba.


Di akhir pernyataannya, SEMMI Bulukumba kembali menyerukan agar seluruh dugaan penyimpangan dalam Program MBG diusut hingga ke akar-akarnya demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan cita-cita peningkatan gizi nasional tetap berjalan sesuai tujuan yang diharapkan.


"Kami dari SEMMI Cabang Bulukumba meminta pemerintah bergerak cepat, transparan, dan tidak pandang bulu. Dugaan penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya agar program ini benar-benar menjadi harapan bagi rakyat, bukan menjadi sumber persoalan baru," pungkasnya.



(Redaksi CELEBES POST)

×
Berita Terbaru Update