![]() |
| Sekretaris Jenderal DPN PERMAHI, Muhammad Afghan Ababil |
Jakarta, CELEBES POST — Keputusan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menuai respons positif dari berbagai kalangan. Langkah tersebut dinilai bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin kompromi terhadap kualitas tata kelola program strategis yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat, khususnya pemenuhan gizi nasional.
Sekretaris Jenderal DPN PERMAHI, Muhammad Afghan Ababil, menyebut keputusan Presiden sebagai bentuk evaluasi nyata terhadap lembaga yang memegang peran sentral dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.
Menurut Afghan, keberanian Presiden melakukan pembenahan di tubuh BGN menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan setiap program prioritas berjalan secara profesional, disiplin, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang melakukan koreksi terhadap pimpinan BGN. Ini menjadi bukti bahwa program strategis negara harus dijalankan dengan standar tinggi, akuntabel, dan maksimal demi kepentingan masyarakat luas,” ujar Afghan.
Evaluasi 1,5 Tahun Berujung Perombakan
Pergantian pimpinan BGN diumumkan langsung oleh Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (2/6/2026).
Keputusan tersebut lahir setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi selama kurang lebih satu setengah tahun terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga tersebut.
Sejumlah aspek menjadi perhatian pemerintah, mulai dari kedisiplinan organisasi, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), tata kelola kelembagaan, hingga kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat melalui program gizi nasional.
Dalam perombakan tersebut, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi Wakil Kepala dipercayakan kepada Agustina Arumsari dan Trenggono.
BGN Memegang Amanah Besar Negara
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pemenuhan gizi nasional, BGN memiliki tugas yang tidak ringan. Lembaga ini berperan dalam merumuskan kebijakan teknis, mengoordinasikan pelaksanaan program gizi, melakukan promosi, menjalin kerja sama, hingga mengawasi distribusi dan kualitas layanan yang diterima masyarakat.
Karena itu, setiap kelemahan dalam tata kelola berpotensi berdampak langsung terhadap jutaan penerima manfaat program, khususnya anak-anak dan kelompok rentan yang menjadi sasaran utama Program Makan Bergizi Gratis.
Pengamat menilai, perubahan kepemimpinan ini merupakan pesan tegas bahwa pemerintah ingin memastikan BGN bergerak lebih cepat, lebih responsif, dan lebih terukur dalam menjalankan amanah negara.
Momentum Memulihkan Kepercayaan Publik
Bagi PERMAHI, pergantian pimpinan bukan sekadar pergantian figur, tetapi momentum penting untuk memperkuat kualitas pelayanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah.
Afghan menegaskan bahwa publik saat ini tidak hanya menuntut keberlanjutan program, tetapi juga menuntut hasil yang nyata, transparan, dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.
“Yang ditunggu masyarakat bukan hanya keberlanjutan program, tetapi bagaimana program itu dijalankan dengan baik, disiplin, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi rakyat Indonesia,” tegasnya.
Dengan hadirnya kepemimpinan baru di tubuh BGN, harapan besar kini tertuju pada kemampuan lembaga tersebut untuk menjawab berbagai tantangan sekaligus memperkuat efektivitas Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Pergantian ini menjadi penegasan bahwa di era Presiden Prabowo, evaluasi bukan sekadar formalitas. Kinerja, disiplin, dan kualitas pelayanan publik menjadi ukuran utama dalam menjaga kepercayaan rakyat terhadap program-program strategis nasional.
(CELEBES POST | Jakarta | 4 Juni 2026)
