Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Delapan Dekade Bhayangkara: Kapolda Sulsel Tegaskan Polri Harus Tetap Menjadi Penjaga Keamanan yang Humanis, Profesional, dan Dicintai Rakyat

Kamis, 02 Juli 2026 | Juli 02, 2026 WIB Last Updated 2026-07-02T08:42:56Z

Dokumentasi kontributor Celebes Post 

CELEBES POST | Makassar – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan berlangsung khidmat sekaligus meriah. Upacara yang digelar di Lapangan Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (1/7/2026), menjadi simbol perjalanan panjang pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta mengawal pembangunan nasional.


Momentum bersejarah tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan, menandakan kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta unsur penegak hukum dalam menjaga stabilitas wilayah.


Tampak hadir Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Sila H. Pulungan, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Dankoarmada VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, serta Panglima Kodau II Marsekal Muda TNI M. Untung Suropati bersama sejumlah pejabat utama lainnya.


Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada AKBP Rise Sandiyantanti yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Makassar.


Delapan Dekade Pengabdian untuk Bangsa


Dalam amanatnya, Kapolda Sulsel mengajak seluruh personel Polri untuk menjadikan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi terhadap perjalanan panjang institusi kepolisian sejak berdiri pada 1 Juli 1946.


Menurutnya, sejarah mencatat bahwa melalui Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946, Polri resmi ditempatkan langsung di bawah pemerintah sebagai institusi negara yang memiliki mandat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh rakyat Indonesia.


"Penetapan tersebut menjadi tonggak lahirnya Polri sebagai alat negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat," tegas Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.

 

Kapolda menuturkan, perjalanan Polri selama 80 tahun bukanlah perjalanan yang mudah. Institusi Bhayangkara telah melewati berbagai fase penting sejarah bangsa, mulai dari mempertahankan kemerdekaan, menghadapi berbagai konflik keamanan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hingga menghadapi tantangan era modern yang semakin kompleks.


Tantangan Kepolisian Semakin Kompleks


Kapolda menilai tantangan yang dihadapi Polri saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade sebelumnya.


Perkembangan teknologi informasi, ancaman kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, perdagangan orang, radikalisme, hingga berbagai bentuk kejahatan transnasional menuntut aparat kepolisian terus bertransformasi menjadi institusi yang adaptif, modern, dan profesional.


Selain itu, tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik juga menjadi tantangan tersendiri. Di era keterbukaan informasi, setiap tindakan aparat kepolisian mendapat perhatian luas dari masyarakat sehingga profesionalisme, integritas, dan transparansi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.


Karena itu, momentum HUT Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari penegakan hukum semata, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.


Sinergi Forkopimda Menjadi Kekuatan Stabilitas Sulsel


Kehadiran seluruh unsur Forkopimda Sulawesi Selatan dalam upacara tersebut mencerminkan eratnya kolaborasi lintas institusi dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.


Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, kejaksaan, legislatif, hingga seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif di Sulawesi Selatan.


Kerja sama tersebut menjadi modal utama menghadapi berbagai tantangan keamanan maupun dinamika sosial yang terus berkembang.


Refleksi Bhayangkara untuk Masa Depan


Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar mengenang sejarah panjang institusi kepolisian, tetapi juga menjadi refleksi untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.


Di tengah tuntutan reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, serta harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang berkeadilan, Polri dituntut terus melakukan pembenahan internal guna mewujudkan institusi yang semakin presisi, humanis, profesional, dan dipercaya publik.


Tema besar pengabdian Bhayangkara pada usia delapan dekade diharapkan menjadi semangat baru bagi seluruh jajaran kepolisian untuk menjaga keamanan nasional, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjadi mitra strategis dalam mendukung kemajuan Indonesia.



Pewarta : DDL_ CELEBES POST
Editor: Redaksi CELEBES POST

×
Berita Terbaru Update