Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DRAINASE 500 METER DI DAENG TATA RAYA BERUBAH JADI "KOLAM" KUMUH, LAPORAN WARGA DI APLIKASI LONTARA DISEBUT BELUM DITINDAKLANJUTI

Kamis, 30 Juli 2026 | Juli 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T20:56:30Z
Dokumentasi kontributor Celebes Post


MAKASSAR | CELEBES POSTKondisi drainase utama sepanjang kurang lebih 500 meter di Jalan Daeng Tata Raya, Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, menjadi perhatian serius masyarakat. Saluran air yang membentang mulai dari Masjid Babul Muttaqin hingga Gerbang Hartaco Indah di samping Kantor Cabang BCA itu dilaporkan dipenuhi genangan air, tumpukan sampah, dan diduga menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk yang berpotensi mengganggu kesehatan warga.


Pantauan di lokasi memperlihatkan air di dalam drainase tampak mengendap dan tidak mengalir sebagaimana mestinya. Selain menimbulkan bau yang kurang sedap, kondisi tersebut juga menyebabkan sampah menumpuk sehingga memperburuk fungsi saluran drainase.


Dokumentasi kontributor Celebes Post 


Persoalan ini menjadi sorotan karena berada di salah satu ruas jalan yang padat aktivitas masyarakat dan kendaraan setiap harinya.


Laporan Warga Melalui Aplikasi LONTARA Diakui Belum Mendapat Respons


Keresahan masyarakat tidak hanya berhenti pada kondisi fisik drainase. Warga mengaku telah menyampaikan pengaduan resmi melalui Program Pengaduan Pemerintah Kota Makassar melalui Aplikasi LONTARA.


Berdasarkan informasi yang diterima CELEBES POST, pengaduan tersebut telah teregistrasi dengan Nomor Tiket 24915 menggunakan alamat surat elektronik soelusman01@gmail.com.


Namun, menurut pengakuan warga, hingga beberapa hari setelah laporan disampaikan, belum terdapat jawaban maupun tindakan nyata dari dinas atau instansi terkait terhadap pengaduan tersebut.


Apabila informasi tersebut benar, kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik dan sistem tindak lanjut pengaduan masyarakat.


Tokoh Masyarakat: Jangan Sampai Aduan Warga Hanya Menjadi Formalitas


Tokoh masyarakat Parang Tambung, M. Yusri Maliang, S.H., menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi drainase yang dinilai telah berlangsung cukup lama.


Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi telah menyangkut kesehatan masyarakat dan efektivitas pelayanan publik.


"Masyarakat sudah menyampaikan keluhan, bahkan melalui kanal resmi Pemerintah Kota Makassar. Tentu masyarakat berharap setiap pengaduan ditindaklanjuti dengan cepat. Jangan sampai laporan warga hanya menjadi formalitas administrasi tanpa solusi nyata di lapangan," ujar M. Yusri Maliang, S.H.

 

Ia berharap Pemerintah Kota Makassar segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan, normalisasi drainase, serta memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai tindak lanjut atas pengaduan yang telah disampaikan.


Ijaz: Jentik Nyamuk Semakin Banyak, Warga Khawatir


Keresahan juga disampaikan warga Parang Tambung, Ijaz, yang mengaku kondisi drainase tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat.


"Airnya mengendap terus, sampah juga semakin banyak. Yang paling kami khawatirkan sekarang adalah jentik nyamuk. Ini sudah menyangkut kesehatan warga, apalagi banyak anak-anak yang tinggal di sekitar sini," katanya.

 

Pian: Jangan Tunggu Ada Korban Baru Bergerak


Warga lainnya, Pian, berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata.


"Kami berharap drainase segera dibersihkan dan dinormalisasi supaya air kembali mengalir. Jangan menunggu sampai terjadi banjir atau ada warga yang terserang penyakit baru kemudian dilakukan penanganan," ujarnya.

 

Berpotensi Mengganggu Kesehatan Lingkungan 


Genangan air yang berlangsung dalam waktu lama berpotensi menjadi media berkembang biaknya nyamuk serta menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak segera ditangani.


Selain mengurangi fungsi drainase sebagai saluran pembuangan air, tumpukan sampah juga berpotensi memperparah penyumbatan yang dapat meningkatkan risiko genangan saat hujan deras.


Karena itu, masyarakat berharap adanya langkah cepat berupa pembersihan saluran, pengangkatan sedimentasi, serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan tersebut.


CELEBES POST Mendorong Transparansi dan Respons Cepat Pemerintah


Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, CELEBES POST mendorong Pemerintah Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Camat Tamalate, serta Lurah Parang Tambung untuk segera melakukan inspeksi lapangan, menindaklanjuti laporan masyarakat yang telah masuk melalui Aplikasi LONTARA, serta menyampaikan penjelasan resmi mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan.


Respons yang cepat dan transparan tidak hanya menjadi bentuk pelayanan publik yang baik, tetapi juga penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme pengaduan yang telah disediakan pemerintah.


Hingga berita ini diterbitkan, CELEBES POST belum memperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kota Makassar maupun dinas terkait mengenai tindak lanjut atas pengaduan masyarakat dengan Nomor Tiket 24915. CELEBES POST membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Pemerintah Kota Makassar, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Tamalate, dan Lurah Parang Tambung untuk memberikan penjelasan sebagai bentuk pelaksanaan prinsip jurnalistik yang berimbang, akurat, dan bertanggung jawab.


(Adi Kruch CELEBES POST)

×
Berita Terbaru Update