![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
Makassar | CELEBES POST – Semangat membangun lingkungan dari tingkat paling bawah kembali digaungkan di Balai Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Rabu (1/7/2026) pukul 08.00 WITA, seluruh Ketua RT dan Ketua RW se-Kelurahan Parang Tambung berkumpul bersama Lurah Parang Tambung dalam agenda Penyusunan dan Pemantapan Program Kerja RT dan RW Tahun 2026.
Pertemuan yang dipusatkan di Balai FKPM Kelurahan Parang Tambung tersebut bukan sekadar agenda koordinasi rutin, melainkan forum strategis yang melahirkan komitmen bersama untuk membangun lingkungan yang lebih bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan. Berbagai persoalan mendasar yang selama ini menjadi tantangan kawasan permukiman perkotaan, mulai dari pengelolaan sampah, genangan air, minimnya ruang hijau, hingga rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi fokus utama pembahasan.
Pesan yang mengemuka dalam rapat itu sangat jelas: masyarakat tidak boleh lagi menjadi penonton, melainkan harus menjadi pelaku utama perubahan lingkungan.
![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
Tujuh Program Prioritas, Dari Solusi Nyata hingga Perubahan Budaya
Rapat yang berlangsung di Balai FKPM Kelurahan Parang Tambung itu berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan namun tetap produktif. Berbagai usulan dari Ketua RT dan Ketua RW dibahas secara terbuka sebelum akhirnya disepakati menjadi program prioritas yang akan dijalankan sepanjang Tahun 2026 dengan melibatkan pemerintah kelurahan, LPM, FKPM, serta partisipasi aktif masyarakat.
Sedikitnya tujuh program prioritas ditetapkan sebagai arah pembangunan lingkungan di Kelurahan Parang Tambung.
Program pertama adalah pembangunan 9 unit Teba, masing-masing satu unit di setiap RW. Keberadaan Teba diharapkan mampu menjadi media pengolahan limbah organik rumah tangga sehingga volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan. Selain mengurangi sampah, hasil pengolahannya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Tak berhenti di situ, seluruh RT dan RW juga akan membangun 75 titik biopori yang tersebar di berbagai wilayah. Langkah sederhana ini memiliki manfaat besar, mulai dari meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, mengurangi genangan saat musim hujan, memperbaiki kualitas tanah, hingga membantu mengurangi potensi banjir di kawasan padat penduduk.
Program berikutnya adalah penyediaan Urban Farming di sembilan RW. Konsep pertanian perkotaan tersebut tidak hanya bertujuan mempercantik lingkungan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan keluarga, meningkatkan produktivitas lahan sempit, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya penghijauan di tengah kawasan perkotaan.
![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
Bank Sampah Jadi Garda Terdepan Revolusi Pengelolaan Limbah
Perhatian khusus dalam rapat juga diberikan pada pembentukan Bank Sampah di seluruh RW.
Program ini dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. Selama ini sampah lebih banyak dipandang sebagai barang buangan yang tidak memiliki nilai. Melalui Bank Sampah, paradigma tersebut diubah menjadi peluang ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila dikelola secara benar.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, setiap rumah warga nantinya akan dipasangi stiker edukasi pemilahan sampah.
Stiker tersebut membagi sampah menjadi tiga kategori utama, yaitu:
Organik: sisa makanan, kulit buah, sayuran, daun kering, dan limbah dapur lainnya.
Anorganik: botol plastik, kaleng, kaca, kardus, serta kertas.
Residu: popok sekali pakai, pembalut, tisu, dan puntung rokok.
Desain stiker diketahui dipersiapkan oleh RT 06/RW 02 sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memberikan edukasi sederhana namun efektif kepada seluruh warga Kelurahan Parang Tambung.
RT dan RW Perkuat Identitas Pelayanan
Selain program berbasis lingkungan, rapat juga menyepakati pembuatan seragam resmi Ketua RT dan Ketua RW berwarna Baby Blue.
Seragam tersebut bukan sekadar atribut kelembagaan, melainkan simbol persatuan, kekompakan, serta semangat pelayanan seluruh aparatur lingkungan kepada masyarakat. Panitia khusus akan dibentuk untuk menyusun desain hingga mekanisme pengadaannya sehingga dapat digunakan secara seragam oleh seluruh pengurus RT dan RW.
Family Gathering dan HUT RI Perkuat Solidaritas
Agenda lain yang tak kalah menarik adalah rencana penyelenggaraan Family Gathering Keluarga Besar Kelurahan Parang Tambung yang direncanakan berlangsung di kawasan wisata Malino, Kabupaten Gowa.
Kegiatan tersebut ditargetkan berlangsung antara Juli hingga paling lambat September 2026 sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan seluruh aparatur lingkungan.
Dalam susunan kepanitiaan, Agung Gunawan dipercaya sebagai Ketua Family Gathering, sementara Yusri Maliang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kelurahan Parang Tambung.
Adapun Nur Alam dipercaya sebagai Koordinator Logistik yang bertanggung jawab terhadap pengadaan stiker edukasi serta kostum kegiatan.
Seluruh rangkaian program akan dikoordinasikan oleh Kasi Pemerintahan, Kasi Kebersihan, serta Ketua LPM agar pelaksanaan kegiatan berjalan efektif, terarah, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Seluruh Ketua RT dan RW diwajibkan hadir dalam setiap agenda sebagai bentuk penguatan komunikasi, solidaritas, dan sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Gerakan Dimulai dari Lingkungan Terkecil
Rapat tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek-proyek besar. Justru melalui penguatan fungsi RT dan RW sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat lingkungan, berbagai persoalan perkotaan seperti sampah, banjir, minimnya ruang hijau, hingga rendahnya partisipasi masyarakat diyakini dapat diselesaikan secara bertahap melalui gerakan gotong royong.
Program yang disusun juga menunjukkan adanya pergeseran paradigma pembangunan, dari yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi lebih preventif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Catatan CELEBES POST
Program Kerja RT dan RW Kelurahan Parang Tambung Tahun 2026 patut diapresiasi karena tidak berhenti pada tataran wacana. Seluruh agenda yang dirumuskan menyentuh persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi air, ketahanan pangan, penghijauan, hingga penguatan kelembagaan RT dan RW.
Namun demikian, tantangan sesungguhnya bukan terletak pada penyusunan program, melainkan pada konsistensi pelaksanaan serta keterlibatan aktif masyarakat.
Teba tidak akan berfungsi tanpa kedisiplinan warga memilah sampah organik. Biopori tidak akan memberikan manfaat apabila tidak dirawat. Urban Farming hanya akan menjadi pajangan jika tidak dikelola secara berkelanjutan. Demikian pula Bank Sampah tidak akan berkembang apabila budaya memilah sampah belum tumbuh di setiap rumah.
Keberhasilan Program Kerja Tahun 2026 nantinya tidak hanya diukur dari banyaknya fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.
Apabila seluruh program tersebut mampu direalisasikan secara konsisten melalui kolaborasi antara pemerintah kelurahan, RT, RW, FKPM, LPM, dan masyarakat, maka Kelurahan Parang Tambung berpeluang menjadi salah satu model kawasan permukiman perkotaan di Kota Makassar yang berhasil mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta semangat gotong royong dalam satu gerakan nyata menuju lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan berdaya saing.
Reporter: Adi Kruch
Editor: Redaksi CELEBES POST


