Notification

×

Iklan

Iklan

Ujian Integritas Dua Legislator Takalar: Tetap Melayani Rakyat di Tengah Badai Tuduhan

Jumat, 31 Oktober 2025 | Oktober 31, 2025 WIB Last Updated 2025-10-31T11:42:41Z
Israwati, Sri Reski Ulandari, H. Muhammad Rijal


Takalar, Celebes Post Dalam situasi yang tidak mudah, dua anggota DPRD Kabupaten Takalar, Israwati dari Partai Gerindra dan Sri Reski Ulandari dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), memilih jalan tenang dan penuh tanggung jawab. Meski sempat terseret dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan, keduanya menunjukkan sikap dewasa, terbuka, dan menjunjung tinggi penyelesaian secara kekeluargaan.

Di tengah sorotan publik, kedua legislator perempuan ini justru tampil tegar. Mereka tidak menghindar dari proses hukum, bahkan bersikap kooperatif sejak tahap pemeriksaan di kepolisian. Kini, melalui mekanisme Restorative Justice (RJ), mereka bersama pihak pelapor telah sepakat menyelesaikan persoalan secara damai — tanpa kebencian dan tanpa dendam.

Tegar di Tengah Ujian

Bagi Israwati, proses ini menjadi ujian berat namun penuh pelajaran. Politikus Gerindra ini tetap beraktivitas seperti biasa, hadir dalam rapat-rapat DPRD, dan berinteraksi dengan konstituen di daerah pemilihannya.
“Tidak ada yang mudah, tapi saya percaya semua masalah ada jalan keluarnya selama kita jujur dan beritikad baik,” ujar Israwati dengan mata berkaca-kaca kepada Celebes Post.

Hal senada juga disampaikan oleh Sri Reski Ulandari. Legislator muda PKB ini menilai bahwa cobaan yang datang adalah bagian dari tanggung jawab moral seorang wakil rakyat.
“Saya belajar banyak dari peristiwa ini. Bahwa menjadi wakil rakyat bukan hanya tentang jabatan, tapi juga bagaimana menghadapi ujian dengan lapang dada dan tidak lari dari kenyataan,” katanya lirih.

Didampingi dan Dihargai Rekan Sejawat

Ketua DPRD Takalar, H. Muhammad Rijal, yang juga menjadi penjamin penangguhan penahanan keduanya, menyebut bahwa sikap kedua legislator tersebut layak diapresiasi.
“Mereka tidak pernah lari, tidak pernah bersembunyi. Bahkan, ketika ditahan, keduanya tetap menunjukkan keteguhan dan rasa tanggung jawab. Setelah itu, mereka memilih berdamai dan memperbaiki keadaan,” ujarnya.

Rijal menegaskan, lembaga DPRD Takalar tetap memberi ruang bagi setiap anggotanya untuk menyelesaikan persoalan dengan bermartabat. “Kami tidak melihat ini dari sisi politik semata, tetapi dari sisi kemanusiaan. Mereka tetap bagian dari keluarga besar DPRD,” tambahnya.

Respons Positif dari Masyarakat

Langkah damai kedua legislator itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bagi warga Takalar, keputusan mereka untuk menyelesaikan masalah tanpa memperuncing konflik adalah bukti kedewasaan dan tanggung jawab moral sebagai pejabat publik.

“Saya justru kagum. Tidak semua pejabat mau berdamai dan mengakui kesalahan secara terbuka. Ini contoh baik bagi pemimpin di daerah,” kata Abdul Rahim, tokoh masyarakat di Takalar.

Mengedepankan Nilai Kemanusiaan

Kapolsek Mappakasunggu, H. Muhammad Rijal, menyebut kedua politisi itu berperilaku santun dan terbuka selama proses hukum berlangsung.
“Mereka sangat kooperatif, menghormati prosedur, dan tidak mempersulit penyidik. Itulah sebabnya proses penangguhan penahanan bisa berjalan lancar. Kami harap semua pihak bisa mengambil hikmah dari kasus ini,” ungkapnya.

Bangkit dan Kembali Mengabdi

Kini, setelah melalui proses hukum dan perdamaian, Israwati dan Sri Reski Ulandari berkomitmen untuk kembali fokus mengabdi kepada masyarakat Takalar. Mereka menyatakan tekad untuk menjadikan pengalaman ini sebagai cermin dalam memperbaiki diri dan memperkuat dedikasi terhadap rakyat.

“Saya tidak ingin peristiwa ini menjadi aib, tapi pelajaran. Saya ingin lebih berhati-hati dan lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Israwati.

Sri Reski pun menambahkan, “Badai pasti berlalu. Kami akan terus bekerja, memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.”

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik jabatan politik, ada sisi manusiawi yang rentan salah, tapi juga mampu memperbaiki diri. Sikap kooperatif, kejujuran, dan keberanian kedua legislator perempuan ini menunjukkan bahwa politik yang beradab masih hidup di Takalar — politik yang tidak hanya bicara kekuasaan, tetapi juga tentang keikhlasan, tanggung jawab, dan kemanusiaan.


(MDS – Celebes Post, Takalar, 31 Oktober 2025)

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update