Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hari Pertama Kerja, Kajati Sulsel “Sapu Bersih” Kejari Gowa–Takalar: Tak Ada Ampun Tambah Libur, Pelayanan Harus Gas Penuh!

Rabu, 25 Maret 2026 | Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-03-25T13:35:38Z
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi. Ia turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kejaksaan Negeri Gowa dan Kejaksaan Negeri Takalar, Rabu (25/3/2026)


CELEBES POST | TAKALAR, — Hari pertama kerja pasca libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah langsung dijadikan momentum penegakan disiplin oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi. Ia turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kejaksaan Negeri Gowa dan Kejaksaan Negeri Takalar, Rabu (25/3/2026).


Langkah tegas ini bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal keras bahwa tidak ada ruang bagi aparatur untuk bersantai lebih lama setelah libur. Disiplin dan pelayanan publik menjadi harga mati yang tak bisa ditawar.


Dalam sidaknya, Kajati menyisir berbagai ruangan dan bidang kerja untuk memastikan kehadiran serta kesiapan pegawai. Ia ingin memastikan bahwa roda pelayanan hukum kembali berjalan optimal tanpa hambatan sejak hari pertama.


Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi. Ia turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kejaksaan Negeri Gowa dan Kejaksaan Negeri Takalar, Rabu (25/3/2026)

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi. Ia turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kejaksaan Negeri Gowa dan Kejaksaan Negeri Takalar, Rabu (25/3/2026)


“Tidak boleh ada yang menambah libur. Semua harus kembali bekerja dan melayani masyarakat. Ini bentuk komitmen kami menjaga disiplin serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan prima sejak hari pertama,” tegas Didik dengan nada serius.


Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tingkat kehadiran pegawai di Kejari Gowa dan Kejari Takalar tergolong sangat baik. Hampir seluruh aparatur telah kembali menjalankan tugasnya seperti biasa, tanpa indikasi pelanggaran disiplin yang mencolok.


Meski demikian, pesan yang dibawa Kajati Sulsel jauh lebih dalam: disiplin bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi juga soal integritas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Di tengah sorotan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum, langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan. Terlebih, pasca libur panjang kerap menjadi titik rawan menurunnya produktivitas birokrasi.


Kajati pun mengingatkan seluruh jajarannya di wilayah hukum Kejati Sulsel untuk tidak sekadar “hadir”, tetapi langsung bekerja maksimal.


“Langsung gas penuh. Tidak ada lagi alasan. Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.


Sidak ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa budaya kerja santai usai libur tidak akan ditoleransi. Di bawah kepemimpinan Didik, Kejati Sulsel tampak ingin menegaskan standar baru: cepat, disiplin, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Dengan langkah ini, publik kini menaruh harapan agar komitmen tersebut tidak hanya menjadi gebrakan sesaat, melainkan konsisten diterapkan di seluruh lini penegakan hukum di Sulawesi Selatan.


DDL CELEBES POST

×
Berita Terbaru Update