![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
CELEBES POST | MAKASSAR – Suasana malam di Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, tidak sepenuhnya terlelap. Di tengah keheningan malam, sejumlah warga bersama aparat setempat justru berkumpul di Balai Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM). Mereka berjaga, berdiskusi, dan memantau situasi keamanan serta potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam itu merupakan bagian dari agenda rutin Posko Bencana dan Kamtibmas yang digelar secara bergilir di setiap wilayah RW di Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate.
Ketua RW, RT, unsur masyarakat, serta aparat keamanan terlihat duduk bersama di Balai FKPM, membangun komunikasi dan koordinasi untuk memastikan wilayah tetap aman dan kondusif.
![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
Lurah setempat, Muh. Zulkifli Ghozali, S.Sos. mengatakan bahwa kegiatan pemantauan malam tersebut menjadi bentuk nyata kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan.
“Malam ini kami masih terus memantau perkembangan situasi kamtibmas di wilayah. Kami berkumpul di Balai FKPM bersama Ketua FKPM, LPM, Ketua Selter Warga, Ketua RW/RT serta warga untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” ujarnya.
Selain unsur masyarakat, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang turut mendampingi warga dalam memantau kondisi wilayah.
Menurut Zulkifli, keberadaan posko malam hari ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi jika terjadi bencana, tetapi juga menjadi wadah memperkuat komunikasi antara masyarakat dan aparat keamanan.
“Posko ini menjadi tempat kita saling berbagi informasi, mendeteksi potensi gangguan keamanan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan bencana. Semua elemen hadir, mulai dari lurah, ketua LPM, RW, RT, hingga warga,” jelasnya.
Program pemantauan malam tersebut dilaksanakan setiap malam secara bergilir di tiap wilayah RW di Kelurahan Parang Tambung. Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan lingkungan sekaligus memperkuat solidaritas antarwarga.
Di tengah tantangan keamanan lingkungan dan potensi bencana yang bisa datang tanpa diduga, langkah sederhana seperti berkumpul, berdialog, dan berjaga bersama menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masyarakat masih tetap hidup.
Bagi warga Parang Tambung, malam bukan hanya waktu untuk beristirahat. Di Balai FKPM, malam justru menjadi momentum menjaga kampung—agar tetap aman, tenang, dan saling menguatkan.
(CELEBES POST – Pewarta Penyambung Lidah Rakyat)




