![]() |
| DR. H. Andi Syahrum Makkuarade, S.Sos., M.Si sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama PDAM Makassar |
CELEBES POST | MAKASSAR — Penunjukan DR. H. Andi Syahrum Makkuarade, S.Sos., M.Si sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama PDAM Makassar bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Di tengah sorotan publik terhadap pelayanan air bersih yang kerap menuai kritik, kehadiran sosok ini justru memantik gelombang dukungan luas—sekaligus harapan besar akan perubahan nyata.
Nama Andi Syahrum bukanlah figur asing. Rekam jejaknya sebagai mantan Camat Biringkanaya dinilai dekat dengan masyarakat dan responsif terhadap kebutuhan warga. Kini, ketika tongkat estafet kepemimpinan PDAM Makassar berada di tangannya, publik menaruh ekspektasi tinggi—bukan hanya soal manajemen, tetapi juga keberpihakan.
Dukungan pun terus mengalir. Setelah sebelumnya datang dari berbagai organisasi masyarakat, kali ini Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Macan Rakyat Indonesia (MRI) secara terbuka menyatakan sikap. Mereka tidak hanya memberi ucapan selamat, tetapi juga siap berdiri di garis depan untuk mengawal kinerja PDAM di bawah kepemimpinan baru.
Harmoko, Humas LBH MRI, menegaskan bahwa penunjukan ini adalah langkah tepat yang diambil oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Menurutnya, figur Andi Syahrum memiliki karakter kepemimpinan yang dibutuhkan di tengah kompleksitas persoalan pelayanan publik.
![]() |
| Harmoko, Humas LBH MRI |
“Penunjukan ini sangat tepat. Beliau dikenal luas, mudah bergaul, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat,” ujar Harmoko, Senin (20/4/2026).
Tak berhenti pada dukungan moral, LBH MRI yang diketuai Jumadi Mansyur, S.H., juga menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan dan program PDAM agar tetap berpihak pada rakyat. Dalam konteks ini, peran kontrol sosial menjadi krusial—terutama untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan air bersih yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Insya Allah, kami selalu mendukung orang-orang baik. Pak Andi Syahrum adalah sosok pemimpin yang bijaksana, pekerja keras, dan konsisten melakukan aksi nyata yang pro terhadap masyarakat,” tegas Harmoko.
Fenomena dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa publik tidak hanya menaruh harapan, tetapi juga siap mengawasi. Di satu sisi, ini adalah modal sosial bagi Andi Syahrum untuk bergerak cepat melakukan pembenahan. Namun di sisi lain, ini juga menjadi tekanan moral agar janji perubahan tidak berhenti pada euforia awal.
Sorotan kini tertuju pada langkah konkret yang akan diambil. Mampukah PDAM Makassar berbenah dari persoalan klasik—distribusi air yang tak merata, kualitas layanan yang dikeluhkan, hingga transparansi pengelolaan?
Jawabannya ada pada kepemimpinan. Dan untuk saat ini, publik Makassar telah menjatuhkan pilihan harapannya pada satu nama: Andi Syahrum Makkuarade. Sebuah kepercayaan yang harus dijawab—bukan dengan kata, tetapi dengan kerja nyata.
Red CELEBES POST

