![]() |
| Ilustrasi Kontributor Celebes Post |
CELEBES POST | Makassar – Jagat media sosial dan sejumlah portal online sempat diguncang kabar panas: dugaan pelepasan terduga pelaku narkoba dengan imbalan uang di tubuh Polrestabes Makassar. Narasi itu menyebar cepat, memantik kecurigaan publik, bahkan berpotensi merusak kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.
Namun, hasil penelusuran mendalam mengungkap fakta berbeda—isu tersebut dipastikan tidak benar alias hoax.
Informasi yang dihimpun CELEBES POST menyebutkan, seorang pria bernama Ilham memang sempat diamankan dan diperiksa intensif oleh penyidik Satuan Reserse Narkoba. Proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, mulai dari pemeriksaan awal hingga gelar perkara.
Hasilnya tegas: tidak ditemukan bukti yang menguatkan keterlibatan Ilham dalam penyalahgunaan maupun jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu.
Keputusan pemulangan Ilham pun bukan tanpa dasar. Itu adalah konsekuensi dari proses hukum yang objektif dan profesional—bukan hasil “main mata” apalagi praktik suap seperti yang ditudingkan.
Di sisi lain, penyidik tidak tinggal diam. Tiga pria lainnya berinisial Lk. F als R, Lk. MW, dan Lk. MYA justru masih menjalani penahanan dan pemeriksaan lanjutan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat tetap bekerja serius dalam membongkar jaringan narkotika yang lebih luas.
Sorotan tajam juga mengarah pada sumber isu yang menyebut adanya “uang pelicin” dalam proses pembebasan Ilham. Tuduhan tersebut langsung dibantah keras oleh pihak keluarga.
Yuyun, istri dari Alam, dengan tegas menyatakan bahwa kabar tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar.
“Tidak ada pembayaran kepada pihak Resnarkoba Polrestabes Makassar seperti yang diberitakan. Itu tidak benar,” tegasnya kepada awak media.
Lebih jauh, fakta lain terungkap dari keterangan para tersangka yang telah diamankan. Ilham disebut hanya diminta mengantar salah satu terduga pelaku tanpa mengetahui adanya aktivitas terkait narkotika. Fakta ini semakin memperkuat posisi Ilham sebagai pihak yang tidak terlibat.
SOROTAN KRITIS
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi publik: derasnya arus informasi tanpa verifikasi dapat menciptakan persepsi liar yang berujung pada pembunuhan karakter dan delegitimasi institusi.
Di tengah gempuran isu sensitif seperti narkotika—yang menyentuh aspek hukum, moral, dan keamanan—ketelitian dalam menyaring informasi menjadi keharusan.
Sementara itu, Satresnarkoba Polrestabes Makassar memastikan bahwa pengembangan kasus terus berjalan. Targetnya jelas: membongkar jaringan peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.
CELEBES POST menegaskan: kebenaran tidak boleh kalah oleh sensasi. Fakta harus berdiri di atas bukti, bukan asumsi.
DDL CELEBES POST
